Tangis Inara Rusli, Tak Menyangka Tersangka Dugaan Illegal Access Orang Terdekatnya

Inara Rusli mengaku sulit menerima kenyataan bahwa orang yang telah lama bekerja dengannya justru membuatnya merasa dikhianati.

oleh m.altaf.jauharDiterbitkan 20 Oktober 2026, 12:00 WIB
Inara Rusli di Bareskrim Polri - © KapanLagi.com/Budy Santoso

Liputan6.com, Jakarta - Inara Rusli mengungkap perasaannya setelah mengetahui mantan karyawannya, Agung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan illegal access atau pengaksesan data secara ilegal di rumah pribadinya. Ibu tiga anak itu mengaku lega, tetapi juga merasakan berbagai emosi setelah melalui persoalan yang selama ini menjadi beban pikirannya.

"Sebenarnya campur aduk sih perasaannya. Antara lega karena apa yang menjadi perasaan saya selama ini, kekalutan saya tentang fakta ini semua yang banyak orang pertanyakan, apakah ini benar atau tidak," ujar Inara Rusli di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

Inara menegaskan bahwa peristiwa yang dialaminya merupakan fakta dan ia mengaku memiliki bukti. Namun, Inara memilih tidak membeberkan bukti tersebut ke publik demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Apa yang saya alami ini murni fakta dan saya punya banyak buktinya. Cuma, saya tetap menghargai proses hukum yang sudah berjalan dan Indonesia sebagai negara hukum. Karena itu, saya memilih tidak membuka semua bukti dan alasan kenapa ini bisa terjadi ke publik," tuturnya.

Inara berharap persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat. Ia juga meminta pihak-pihak yang merasa memiliki keterkaitan dengan kasus ini menunjukkan iktikad baik dan mencari jalan keluar bersama.

"Saya berharap ini bisa menjadi hikmah. Untuk pihak-pihak yang merasa terlibat, saya berharap bisa beriktikad baik untuk mengaku, meminta maaf, dan sama-sama mencari jalan keluar. Kita semua harus memikirkan masa depan keluarga masing-masing," katanya.


Inara Rusli Akui Merasa Sakit Hati

Inara Rusli. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Saat ditanya mengenai status pekerjaan Agung ketika mengambil rekaman CCTV tersebut, Inara membenarkan bahwa mantan pegawainya itu masih bekerja dengannya saat kejadian berlangsung. Ia bahkan tak kuasa meneteskan air mata, karena tak menyangka pelaku adalah salah satu orang yang ada di lingkar terdekatnya.

"Sama sekali saya nggak pernah curiga karena saya nggak pernah merasa punya konflik dengan Saudara Agung. Bahkan, sampai hari ini saya masih memanggil beliau Bapak Agung. Walaupun sudah nggak bekerja dengan saya, saya tetap menghormati beliau," ujarnya.

Lanjut Baca:

Meski mengaku sakit hati, Inara berusaha melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan. Ia bahkan meminta keluarga Agung mengutamakan komunikasi untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi. "Terlepas dari profesi dan status pekerjaannya, saya menghormati beliau. Walaupun saya juga menjadi korban, saya menyampaikan kepada keluarga beliau agar kita mengutamakan mencari solusi bersama," tuturnya. Inara mengaku sulit menerima kenyataan bahwa orang yang telah lama bekerja dengannya justru membuatnya merasa dikhianati. Namun, ia tetap memikirkan kondisi keluarga dan anak-anak mantan karyawannya tersebut. "Beliau sudah lama bekerja dengan saya. Saya merasa sakit hati karena sudah percaya sekali, tetapi saya masih punya perasaan manusiawi. Saya tetap memandang beliau, keluarganya, dan anak-anaknya. Saya berharap kita bisa sama-sama mencari solusi," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya