Ada Demo di Jakarta, Ini Lokasi Perlu Dihindari agar Tak Kena Macet

Polisi mencatat, sebanyak 26 demo tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 20 Oktober 2026, 10:36 WIB
Polisi mengatur arus lalu lintas imbas adanya demo di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (4/11/2022). Pengalihan arus lalu lintas dilakukan mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai, sementara masyarakat pengguna jalan diimbau mencari jalan alternatif. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menghindari sejumlah titik unjuk rasa di Jakarta, terutama bagi warga yang tidak memiliki keperluan mendesak.

Pengguna jalan juga diminta memanfaatkan rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat pengalihan arus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan masyarakat dapat memantau informasi terbaru mengenai pengalihan arus dan jalur alternatif melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan urgen dapat menghindari ataupun menggunakan jalur-jalur alternatif," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Polda Metro Jaya mencatat terdapat 52 kegiatan masyarakat di wilayah hukumnya pada hari ini. Dari jumlah tersebut, 26 kegiatan di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi di muka umum.

Sejumlah lokasi unjuk rasa tersebar di beberapa kawasan strategis, antara lain Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, Gedung DPR/MPR RI, serta area sejumlah kementerian dan lembaga.

 

Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama TNI telah dikerahkan sejak pagi untuk melakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas di lapangan.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila di dalam kegiatan aktivitas harian terganggu karena ada pengalihan arus ataupun alternatif ruas-ruas jalan lainnya," ujar Budi.

Dalam pengamanan kegiatan tersebut, sebanyak 9.505 personel gabungan dikerahkan. Jumlah itu terdiri atas 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal).

Polda Metro Jaya menegaskan, personel di lapangan akan mengawal penyampaian aspirasi agar berlangsung aman, damai, dan tertib, sekaligus menjaga hak masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mengutamakan keselamatan dan menghormati hak asasi manusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya