Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, belum sepenuhnya padam hingga Senin, 19 Oktober 2026 malam. Memasuki hari kedua penanganan, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang bertahan di sejumlah titik dan mengeluarkan asap tebal.
Luas area TPA yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Meski kondisi api berangsur terkendali, petugas belum dapat menghentikan seluruh proses pemadaman karena masih terdapat titik api di bagian ujung lokasi.
Advertisement
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan armada pemadam kebakaran dari sejumlah daerah.
"Api masih ada di paling ujung. Saat ini, tiga ekskavator, dua dari Kabupaten Lampung Tengah dan satu dukungan dari BMBK Provinsi Lampung masih beroperasi," ujar Aswarodi, Selasa (20/10/2026).
Hingga Senin pukul 20.40 WIB, proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Petugas terus berupaya menjangkau titik-titik yang belum padam agar api tidak meluas.
Penanganan kebakaran TPA Bandar Jaya diperkuat dengan pengerahan armada pemadam kebakaran dari sejumlah kabupaten dan kota di Lampung.
Pada Senin, dua mobil pemadam kebakaran dari Bandar Lampung dikerahkan ke lokasi. Bantuan juga datang dari Kota Metro, Lampung Selatan, dan Pesawaran, masing-masing satu unit.
Selain itu, dukungan tambahan diminta dari Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
7 Mobil Tangki Dikerahkan
Sebelumnya, pada hari pertama penanganan, petugas mengerahkan tujuh mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Dengan demikian, total kapasitas air yang dibawa mencapai 35.000 liter.
Penggunaan tiga ekskavator menjadi bagian penting dalam upaya penanganan, terutama untuk membantu petugas menjangkau dan menangani timbunan sampah di area yang masih terbakar.
Menurut Aswarodi, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari karakteristik timbunan sampah yang mudah terbakar, angin kencang, hingga kepulan asap tebal yang menyulitkan petugas menjangkau sumber api.
"Unit-unit pemadam kebakaran sampai pagi hari ini kami sampaikan masih tetap stand by untuk melakukan pemadaman," kata Aswarodi.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melanjutkan pemadaman dan pemantauan sampai api benar-benar padam. Meski sejumlah armada dan peralatan telah dikerahkan, kebakaran belum dapat dinyatakan selesai.
Kebakaran TPA Bandar Jaya juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Kepulan asap tebal sempat menyebar hingga ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), khususnya di sekitar KM 132, dan mengganggu jarak pandang pengendara.
Pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, kecelakaan melibatkan Toyota Rush dan sebuah truk trailer terjadi di KM 132 jalur B.
Akibat kejadian tersebut, dua penumpang Toyota Rush mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Harapan Bunda, Gunung Sugih, untuk mendapatkan penanganan medis.
Pengelola jalan tol telah mengerahkan petugas untuk mengamankan lokasi, memasang rambu peringatan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Pengaturan lalu lintas menggunakan sistem buka-tutup arus juga sempat diberlakukan di sekitar lokasi terdampak asap.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Insiden ini menjadi perhatian karena asap kebakaran dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Aswarodi pun mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan yang terdampak asap kebakaran.
"Pengendara yang melintas diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat kondisi jarak pandang terganggu asap kebakaran," ujarnya.
Hingga Selasa (20/10/2026), petugas gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan di lokasi kebakaran.
Belum seluruh titik api berhasil dipadamkan, sementara asap yang muncul dari timbunan sampah menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.
Adapun penyebab kebakaran TPA Bandar Jaya masih dalam penyelidikan. Petugas terus berupaya memastikan api benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali meluas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun pengguna jalan dapat diminimalkan.