Liputan6.com, Jakarta - Papan reklame Glico Running Man di Osaka, Jepang, akan berganti desain pada 2027 setelah menghiasi kawasan Dotonbori selama lebih dari satu dekade dalam tampilan generasi keenam.
Perusahaan makanan Ezaki Glico menjadwalkan penggantian instalasi tersebut setelah 30 November 2026, sebelum menghadirkan generasi ketujuh pada musim semi 2027. Melansir Soranews. Selasa (20/10/2026), renovasi papan reklame yang berada di dekat Jembatan Ebisubashi itu akan dimulai pada Desember mendatang.
Advertisement
Wisatawan yang ingin melihat tampilan saat ini dapat mengunjungi lokasi tersebut sebelum jadwal pergantian berlangsung. Perwakilan Glico, Yoriko Miki, mengatakan perusahaan belum mengungkap desain terbaru, tapi tetap mempertahankan sosok pelari sebagai daya tarik utama.
Menurut Miki, figur tersebut merepresentasikan semangat pendirian perusahaan dan tujuannya membantu masyarakat menikmati "hari-hari yang sehat dan kehidupan yang memuaskan." Glico Running Man menampilkan atlet yang mengangkat kedua tangan di garis finis.
Papan reklame tersebut sekaligus mempromosikan Ezaki Glico, perusahaan yang berdiri di Osaka pada 1922. Sejak kemunculan pertamanya pada 1935, instalasi ini menjadi salah satu objek yang kerap diabadikan wisatawan saat mengunjungi Dotonbori.
Papan reklame pertama menjulang setinggi 33 meter dengan tulisan neon berukuran besar. Pengelola membongkarnya pada 1943 karena kebutuhan material untuk perang.
Glico kemudian memasang versi kedua pada 1955, dengan tambahan panggung dan ornamen buaya raksasa yang memainkan piano. Instalasi tersebut bertahan hingga 1963. Generasi ketiga hadir pada 1963 dengan rancangan yang lebih rumit.
6 Generasi
Saat itu, Glico memasang air mancur dengan 150 nosel yang menyemburkan sekitar 12 ton air di sekitar sosok pelari. Ratusan lampu berwarna menerangi pertunjukan tersebut hingga 1972.
Perusahaan memperkenalkan generasi keempat pada 1972 dan mempertahankannya hingga 1996. Versi ini menampilkan lintasan lari yang menyerupai desain papan reklame sekarang.
Pengelola kemudian mematikan dan membongkarnya karena renovasi bangunan di sebelahnya. Osaka tidak memiliki instalasi tersebut selama sekitar satu tahun sebelum Glico menghadirkan generasi kelima pada 1998.
Versi kelima bertahan hingga 2014 dengan latar yang berubah mengikuti waktu, sehingga sosok pelari tampak bergerak dari pagi hingga malam. Pada tahun yang sama, Glico memasang generasi keenam yang menggunakan sekitar 140.000 lampu LED.
Alasan Pergantian Papan Reklame
Latar visualnya menampilkan berbagai lokasi di Jepang dan negara lain, sementara pencahayaan menerangi papan reklame pada malam hari.
Pergantian menuju generasi ketujuh juga berkaitan dengan kondisi instalasi yang telah beroperasi sejak 2014. Sejumlah laporan menyebut usia lampu LED dan kesulitan mendapatkan komponen pengganti menjadi pertimbangan untuk memperbarui papan reklame tersebut.
Dotonbori dikenal dengan kanal, restoran, dan papan reklame bercahaya yang menarik pengunjung hingga malam hari. Jembatan Ebisubashi menjadi salah satu titik populer untuk memotret Glico Running Man dari dekat. Lokasi ini juga memudahkan wisatawan menjelajahi deretan toko dan tempat makan di sekitarnya.
Negeri Sakura merupakan salah satu tujuan wisata favorit pelancong Indonesia. Data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) menunjukkan jumlah kunjungan pelancong Indonesia ke sana meningkat sekitar 11 persen sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingginya Minat Liburan ke Jepang
Tren tersebut juga tercermin dalam data transaksi nasabah HSBC Indonesia. Head of Marketing & Customer, IWPB, HSBC Indonesia, Fransisca Arnan, menyebut Jepang menempati posisi ketiga sebagai destinasi perjalanan dengan kontribusi sekitar 15 persen.
"Kenaikan year on year-nya 24 persen," katanya saat jumpa pers di Jakarta, 8 Oktober 2026.
Tingginya minat terhadap perjalanan ke Jepang turut terlihat dari tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta–Tokyo yang disebut mencapai 85–95 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju salah satu kota utama di Jepang masih diminati wisatawan Indonesia.
Di sisi lain, pilihan destinasi selama berlibur di Jepang mulai meluas. Wisatawan tidak hanya berfokus pada kota-kota populer seperti Tokyo dan Osaka, tapi juga mulai menjajaki wilayah lain untuk merasakan pengalaman perjalanan yang berbeda.