Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menegaskan Indonesia akan terus memperkuat kontribusinya dalam sistem multilateral, termasuk melalui pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2029-2030.
Arrmanatha mengatakan Indonesia ingin mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, dan membangun sistem multilateral yang lebih efektif.
Advertisement
"Kami tidak hanya datang untuk berpartisipasi. Kami datang untuk membawa gagasan, orang-orang, dan solusi," kata Arrmanatha dalam pidatonya di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Senin (19/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan Indonesia di berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan global.
Indonesia, kata dia, memandang multilateralisme bukan sekadar kesempatan untuk hadir dalam forum internasional, melainkan ruang untuk memberikan gagasan dan solusi.
Indonesia Perkuat Peran di Forum Internasional
Arrmanatha menyebut Indonesia telah berkontribusi dalam berbagai agenda internasional selama puluhan tahun.
Sejak 1957, Indonesia telah mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk bertugas di bawah bendera PBB.
Indonesia juga memperjuangkan prinsip negara kepulauan yang kemudian diabadikan dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS.
Selain itu, Indonesia turut membantu membentuk agenda pembangunan 2030 dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyusunan agenda pembangunan pasca-2030 yang lebih ambisius.
Indonesia juga telah menjalani empat periode sebagai anggota Dewan Keamanan PBB serta berkontribusi melalui Dewan Ekonomi dan Sosial PBB dan Komisi Pembangunan Perdamaian.
Arrmanatha menegaskan pengalaman tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung kerja sama internasional.
Bukan Sekadar Jabatan
Selain pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030, Arrmanatha menyampaikan Indonesia juga terlibat dalam berbagai badan internasional.
Dia menyebut Indonesia saat ini bertugas di sebuah dewan yang namanya kurang jelas dalam transkrip pidato dan memegang posisi presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Indonesia juga telah mengajukan Menteri Kesehatan sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Arrmanatha menekankan berbagai posisi tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membangun kepercayaan dan memperkuat sistem multilateral.
Menurutnya, Indonesia ingin terus berkontribusi dalam membangun tatanan internasional yang lebih efektif dan mampu menjawab tantangan global.
"Ini bukan sekadar gelar. Ini adalah tanggung jawab untuk membangun kepercayaan dan sistem multilateral yang lebih kuat serta efektif," ujarnya.
Dia menambahkan Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan hukum internasional dan Piagam PBB.
Melalui prinsip tersebut, Indonesia berupaya berkontribusi dalam memperkuat perdamaian dan kemakmuran, baik di dalam maupun di luar negeri.