Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan energi bersih, Grup SUN, menandai satu dekade kiprahnya di industri energi terbarukan dengan menghadirkan solusi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) bagi lintas industri. Layanan ini mencakup penyediaan kendaraan, infrastruktur pengisian daya (charging infrastructure), hingga sistem pengelolaan armada (fleet management).
Selama satu dekade beroperasi, Grup SUN telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (Megawatt peak/MWp) melalui 400 proyek. Portofolionya telah tersebar di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, semen, barang konsumsi (Fast Moving Consumer Goods/FMCG), logistik, kertas, kemasan, elektronik, komponen otomotif, hingga farmasi.
Advertisement
Director of Power Grup SUN, Jefferson Kuesar, mengatakan pengalaman selama 10 tahun menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
"Kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, mulai dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Grup SUN memperluas layanan dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menuju sistem elektrifikasi terintegrasi. Solusinya meliputi PLTS, sistem penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga sistem digital untuk pengelolaan energi dan armada.
Pengembangan ini menyasar sektor dengan kebutuhan energi dan aktivitas operasional tinggi, seperti pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri, dan FMCG. Untuk elektrifikasi armada, Grup SUN menyesuaikan implementasi dengan jenis kendaraan, pola perjalanan, jarak tempuh, kondisi medan, kebutuhan pengisian daya, serta ketersediaan energi di lokasi.
Layanan mobilitas (Mobility) ini juga mencakup penyediaan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, skema pembiayaan atau penyewaan, pemeliharaan (maintenance), serta pemantauan melalui Fleet Management System.
Potensi Penghematan Operasional
Potensi penghematan dari langkah elektrifikasi ini terlihat dalam studi kasus Grup SUN pada distributor FMCG di wilayah Jabodetabek. Penggunaan truk listrik untuk rute sekitar 50 kilometer dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 17.00 WIB berpotensi menghemat biaya energi hingga 83,6 persen per perjalanan.
Sementara itu, total biaya kepemilikan dan operasional (Total Cost of Ownership) diperkirakan dapat turun sekitar 15 persen. Perhitungan ini mengacu pada ketersediaan listrik jaringan (grid) dan pola operasional pelanggan.
Director of Mobility Grup SUN, Karina Darmawan, menegaskan bahwa elektrifikasi armada membutuhkan perencanaan yang matang dan menyeluruh.
"Elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari sistem operasional, bukan sekadar penggantian unit kendaraan. Infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, pemeliharaan, serta sumber energi perlu dipersiapkan secara bersamaan agar proses transisi dapat berjalan efektif dan terukur," tutupnya.