Jose Mourinho Bingung dengan Kontroversi Sikutan Arda Guler saat Real Madrid Kalahkan Sevilla

Jose Mourinho mempertanyakan polemik dugaan sikutan Arda Guler saat Real Madrid menang 4-1 atas Sevilla. Ia mengaku belum melihat bukti rekaman insiden.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pemain Real Madrid Arda Guler merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Sevilla di Madrid, Spanyol, Senin (19/10/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho mengaku tidak memahami polemik dugaan sikutan Arda Guler dalam kemenangan Real Madrid atas Sevilla pada pekan kesembilan La Liga 2026/2027. Bermain di Santiago Bernabeu, Senin (19/10/2026) dini hari WIB, Los Blancos menang 4-1 meski keputusan wasit terkait insiden tersebut menuai protes dari kubu lawan.

Kemenangan Real Madrid ditentukan oleh gol Arda Guler, Kylian Mbappe, dan Yan Diomande, termasuk kontribusi Mbappe melalui titik penalti. Sevilla hanya mampu membalas satu gol lewat Manuel Bueno sehingga gagal menghindari kekalahan di markas lawan.

Kontroversi muncul setelah Guler terlibat benturan dengan Gerard Peque Fernandez ketika pertandingan masih imbang 0-0 pada babak pertama. Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, menilai pemain Real Madrid itu seharusnya mendapat kartu merah dan menyebut timnya kehilangan kesempatan bermain dengan keunggulan jumlah pemain.

Mourinho justru mempertanyakan besarnya perhatian terhadap insiden tersebut karena mengaku belum melihat rekaman yang membuktikan dugaan pelanggaran. Ia juga menilai pembahasan mengenai keputusan wasit berpotensi mengalihkan perhatian dari hasil akhir pertandingan.


Mourinho Pertanyakan Bukti Dugaan Sikutan Arda Guler

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Filippo Monteforte/AFP)

Mourinho menyatakan belum menemukan rekaman yang memperlihatkan secara jelas insiden antara Guler dan Fernandez. Ia mengaku telah meminta tayangan televisi serta rekaman dari kamera taktis stafnya, tetapi belum memperoleh gambar yang bisa menjelaskan kejadian tersebut.

Pelatih Real Madrid itu juga menegaskan kesediaannya mengakui keputusan yang menguntungkan timnya jika bukti objektif memang tersedia. Namun, ia memilih menunggu rekaman yang jelas sebelum memberikan penilaian terhadap insiden yang dipersoalkan Garcia Plaza.

"Tidak ada seorang pun yang bisa menunjukkan kepada saya apa yang mereka katakan telah terjadi. Tidak ada rekamannya. Saya sudah meminta tayangan televisi dan rekaman dari staf saya yang memiliki kamera taktis, tetapi saya belum bisa melihat satu pun gambar mengenai kejadian yang sedang dibicarakan dan membuat Luis kesal," kata Mourinho.

"Sejujurnya, jika suatu hari ada kejadian yang menguntungkan kami, saya tidak akan keberatan untuk mengakuinya. Namun, menurut saya, hal sebaliknya akan jauh lebih sering terjadi karena memang itulah kecenderungannya. Saya belum melihat apa pun. Sampai Sabtu, jika seseorang bisa memberikan rekaman yang jelas dan objektif mengenai sesuatu yang belum saya lihat, sementara pemain saya mengatakan hal itu tidak terjadi, saya akan membicarakannya. Namun, sampai saat itu, tidak ada yang perlu saya sampaikan," lanjutnya.

Lanjut Baca:

Luis Garcia Plaza menyampaikan keberatan atas keputusan wasit yang tidak mengusir Guler setelah benturan dengan Fernandez. Pelatih Sevilla tersebut meyakini insiden itu layak berujung kartu merah dan dapat mengubah situasi pertandingan secara signifikan. Menurut Garcia Plaza, Sevilla seharusnya mendapat kesempatan bermain dengan keunggulan satu pemain sejak sekitar menit ke-25. Ia menegaskan bahwa timnya mungkin tetap tidak menang, tetapi keputusan tersebut seharusnya memberikan kesempatan berbeda dalam menghadapi Real Madrid. "Hari ini kami seharusnya bermain dengan keunggulan satu pemain sejak menit ke-25, dengan situasi 11 lawan 10. Saya tidak ingin membahas pertandingan setelah kejadian itu. Ini luar biasa. Saya melihatnya, dan Peque mengatakan saat jeda babak pertama bahwa dia dipukul. Itu kartu merah," ujar Garcia Plaza. "Mungkin kami tetap tidak akan menang, tetapi seharusnya kami bermain 11 lawan 10 selama 65 menit. Itulah inti dari pertandingan ini," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya