Kebakaran Hebat Pangkalan Militer Kanada, 4 Tentara Tewas dan 19 Kritis

Sebanyak 4 tentara tewas dan 19 kritis akibat kebakaran rumput yang menyebar cepat di pangkalan militer Kanada.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Oktober 2026, 12:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api di dekat Pangkalan Militer Kanada Wainwright (Megan Albu/AFP)

Liputan6.com, Ottawa - Kebakaran hebat melanda pangkalan militer Kanada pada Sabtu, menewaskan sedikitnya empat personel militer dan menyebabkan 19 orang lainnya dalam kondisi kritis.

Dikutip dari BBC, Senin (19/10/2026), Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut insiden tersebut sebagai salah satu tragedi masa damai terburuk di tanah Kanada dalam sejarah militer negara itu.

Kebakaran di Pangkalan Militer Canadian Forces Base Wainwright terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 22.00 GMT.

Mayor Jenderal Wade Rutland, Komandan Divisi Pertama Angkatan Darat Kanada, mengatakan api bermula dari kebakaran rumput di area latihan militer. Angin yang sangat kencang kemudian membuat api menyebar dengan cepat dan berubah arah menuju para tentara yang sedang mengikuti latihan.

"Penyebab awal kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Rutland.

Sebelumnya, media lokal melaporkan kebakaran tersebut diduga bermula ketika sebuah pipa gas terkena hantaman selama latihan menembak dengan amunisi tajam. Namun, pihak militer kemudian menyatakan penyelidik tidak meyakini bahwa ledakan apa pun disebabkan oleh infrastruktur minyak atau gas.

Carney menggambarkan kebakaran tersebut sebagai insiden yang dahsyat dan bergerak dengan cepat.

Perdana menteri mengatakan petugas pemadam kebakaran militer dan sipil berjuang memadamkan api sepanjang malam dalam kondisi yang sangat sulit, sekaligus mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi sesama warga Kanada.

Kementerian Pertahanan Kanada menyatakan penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, hingga saat ini, tidak ada indikasi bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas terorisme.

Empat Personel Militer Tewas, 19 Orang Kritis

Pihak berwenang mengonfirmasi empat personel militer tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, sebanyak 39 orang lainnya dirawat di rumah sakit, dengan 19 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Keempat korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Sersan Morgan Wong, Prajurit Shaun Farrell, Prajurit Aidan Goulding, dan Prajurit Hayden Lykkemark.

Pihak berwenang belum menyampaikan apakah jumlah korban meninggal diperkirakan akan bertambah. Namun, mereka mengatakan banyak korban mengalami luka bakar parah.

Pada Sabtu malam, Rumah Sakit Royal Alexandra di Edmonton menetapkan status Code Orange, yakni protokol tanggap darurat untuk insiden yang melibatkan banyak korban. Status tersebut dicabut pada Minggu sore.

Layanan kesehatan Alberta menyatakan respons darurat berlangsung selama 10 jam, dengan melibatkan 22 ambulans dan delapan pesawat.

Perawatan lanjutan bagi para korban luka diperkirakan akan membutuhkan penanganan intensif, menurut pernyataan layanan kesehatan tersebut.

Sejumlah ambulans terlihat terus berdatangan ke rumah sakit. Seorang dokter mengatakan kepada penyiar publik Kanada, CBC, bahwa fasilitas tersebut benar-benar kewalahan menghadapi banyaknya pasien yang harus ditangani.

 

Lokasi Pangkalan Militer Wainwright

Pemandangan di dekat pintu masuk pangkalan militer Canadian Forces Base (CFB) Wainwright, di Wainwright, Alberta, Kanada. (Daphné LEMELIN/AFP)

Pangkalan Militer Canadian Forces Base Wainwright terletak di kawasan pedesaan Provinsi Alberta, Kanada bagian barat.

Pangkalan tersebut berjarak sekitar 120 mil atau 193 kilometer dari Edmonton, serta 180 mil atau 290 kilometer dari Calgary. Keduanya merupakan kota terbesar di provinsi tersebut.

Wainwright merupakan salah satu pangkalan latihan militer tersibuk milik Angkatan Darat Kanada. Lapangan terbang di pangkalan itu juga digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Kanada.

Jumlah orang yang berada di pangkalan tersebut berubah-ubah. Namun, lebih dari 1.000 orang dapat ditempatkan di sana pada waktu tertentu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya