Liputan6.com, Jakarta - Harry Kane, Mohamed Salah, hingga Pedro berada di antara pemain yang sanggup menorehkan gol di tiga ajang antarklub Eropa di bawah UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan UEFA Conference League. Raihan ini menegaskan konsistensi mereka melintasi jenjang kompetisi berbeda.
Mohamed Salah menjadi nama paling anyar yang melengkapi catatan tersebut. Usai bergabung dengan Trabzonspor pada musim panas 2026, pemain asal Mesir itu langsung menyumbang gol dan assist saat timnya menaklukkan KuPS pada laga perdana Liga Konferensi Europa.
Advertisement
Sebelum hijrah, Salah menghabiskan sembilan tahun bersama Liverpool dan akrab dengan atmosfer Liga Champions, meski performanya sempat menurun pada musim terakhir di Anfield. Daftar berikut, dirangkum dari Planet Football, memuat 10 pemain yang juga pernah membobol gawang lawan di ketiga turnamen tersebut.
1. Harry Kane
Harry Kane dikenal sebagai penyerang berdaya ledak tinggi. Bersama Bayern Munchen, ia mencatatkan dua musim beruntun dengan torehan dua digit gol di Liga Champions.
Sebelum ke Jerman, Kane sudah merasakan tiga kompetisi Eropa saat berkostum Tottenham Hotspur. Gol perdananya di Liga Europa hadir pada musim 2011/2012, lalu lima tahun kemudian ia membuka rekening gol Liga Champions pada penampilan keduanya di ajang itu.
Kane juga empat kali menjebol gawang lawan pada fase grup perdana UEFA Conference League bersama Spurs, meski kala itu Tottenham gagal melaju ke babak berikutnya.
2. Cody Gakpo
Mantan rekan setim Salah di Liverpool ini turut masuk dalam daftar. Cody Gakpo lebih dulu mencetak gol di Liga Europa dan UEFA Conference League saat masih memperkuat PSV Eindhoven, sebelum pindah ke Anfield.
Dua penampilan pertamanya di Liga Champions bersama Liverpool belum menghasilkan gol, dan pada musim penuh pertamanya klub tersebut tampil di Liga Europa.
Terlepas dari start yang lambat, Gakpo akhirnya mencatat tiga gol pada fase liga Liga Champions 2024/2025.
3. Pedro
Pedro merupakan salah satu pemain dengan koleksi gelar mentereng, setelah membela Barcelona dan Chelsea yang rutin bersaing di level tertinggi Eropa.
Ia baru merasakan Liga Europa pada usia 31 tahun, tepatnya musim ketiganya di Chelsea, setelah sebelumnya sudah mengemas 16 gol di Liga Champions.