Liputan6.com, Jakarta - Kemenangan dramatis Liverpool atas Brentford pada pekan ketujuh Premier League 2026/2027 menghadirkan catatan menarik dari Florian Wirtz. Gelandang serang asal Jerman itu menciptakan sembilan peluang untuk rekan-rekannya dalam pertandingan di Gtech Community Stadium, Sabtu (17/10/2026) malam WIB.
Catatan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam satu pertandingan Premier League selama lebih dari lima tahun terakhir. Berdasarkan data Opta, belum pernah ada pemain Liverpool yang melampaui angka tersebut sejak pengumpulan data lanjutan dimulai pada musim 2003/2004.
Advertisement
Namun, angka fantastis itu tidak serta-merta menggambarkan penampilan luar biasa. Wirtz memang berkontribusi dalam kebangkitan Liverpool, tetapi sebagian besar peluang yang diciptakannya berujung pada tembakan spekulatif atau tidak membahayakan gawang lawan.
Sembilan Peluang yang Tidak Semuanya Berbahaya
Wirtz beberapa kali mengirimkan umpan ke arah rekan setim yang kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Dominik Szoboszlai dan Alexis Mac Allister termasuk pemain yang mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian mereka tidak cukup mengancam gawang Brentford.
Pola serupa terlihat ketika Wirtz mengirimkan bola ke arah Bradley Barcola. Alih-alih menembus pertahanan lawan dengan umpan progresif, gelandang tersebut lebih sering mengalirkan bola ke samping atau ke belakang untuk membuka ruang tembak.
Kondisi itu membuat angka sembilan peluang perlu dibaca dengan konteks yang tepat. Statistik tersebut mencatat jumlah kesempatan yang diciptakan, tetapi tidak otomatis mengukur kualitas peluang atau kemungkinan sebuah tembakan menghasilkan gol.
Kartu Merah Brentford Mengubah Jalannya Pertandingan
Pada babak pertama, Liverpool kesulitan membongkar pertahanan Brentford yang tampil disiplin. Wirtz juga belum leluasa bergerak mencari celah di antara barisan pemain lawan.
Situasi berubah setelah Yehor Yarmoliuk menerima kartu merah menjelang turun minum. Keunggulan jumlah pemain memberi Liverpool ruang lebih besar untuk menguasai pertandingan dan membuat Wirtz lebih leluasa mengatur serangan.
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui bahwa Wirtz dibutuhkan untuk menghadapi pertahanan rapat. “Ruang sangat terbatas, celahnya kecil, dan waktu menguasai bola sangat singkat. Anda harus menemukan solusi yang cermat karena Brentford sangat baik dalam menjaga kotak penalti. Anda membutuhkan pemain seperti Flo,” ujar Iraola.