Liputan6.com, Jakarta - Liputan6.com, Jawa Timur-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bergerak cepat memperkuat mitigasi lintas wilayah. Langkah taktis ini diambil menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu yang telah melahap kurang lebih 100 hektare lahan dan berpotensi merembet ke wilayah administrasi Jawa Timur.
Advertisement
Sebagai langkah antisipasi dini, Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan tim untuk berkoordinasi langsung ke Posko Aju Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu.
"Koordinasi ini krusial untuk memonitor perkembangan terkini, mengevaluasi penanganan di lapangan, serta membentengi wilayah Magetan dari ancaman penjalaran api," ujar Eka, Minggu (18/10/2026)
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Karanganyar, si jago merah pertama kali dilaporkan oleh warga pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 WIB sebelum akhirnya membesar pada sore harinya.
Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa alang-alang, tanaman perdu, hingga tegakan hutan pinus di kawasan hutan lindung Gunung Lawu. Area terdampak meliputi petak 28 B, 32, 62 C, dan 63 RPH Blambangan BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta, yang masuk dalam Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
"Hingga saat ini, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api secara manual, memantau titik panas (hotspot), serta membangun sekat bakar guna melokalisasi perambatan api," tambahnya
Namun, operasi penanganan menghadapi kendala berat di lapangan, di antaranya Hembusan angin yang kencang dan kontur lereng gunung yang sangat terjal. Selain itu, lokasi titik api yang berada di area pegunungan tinggi dan tidak dapat dijangkau oleh armada kendaraan pemadam kebakaran konvensional.
Peningkatan Patroli
Operasi pemadaman sendiri kini disokong oleh tiga posko utama, yakni Posko Induk Gondosuli, Posko Aju Cemoro Kandang, serta Posko Aju Tambak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.
"Meskipun laporan terakhir menunjukkan bahwa titik api masih terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah, BPBD Magetan tidak ingin kecolongan," paparnya
Pihaknya telah menginstruksikan peningkatan patroli dan pengawasan ketat bersama Perum Perhutani di wilayah Magetan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memastikan arus informasi berjalan cepat dan akurat sebagai basis pengambilan keputusan darurat.
BPBD Magetan mendesak masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng Gunung Lawu, untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah sembarangan.
Warga juga diminta proaktif melaporkan penemuan titik asap atau api sekecil apa pun kepada petugas terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.