Hutan Lereng Gunung Lawu Kebakaran, Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman

Kebakaran melalap area hutan di lereng Gunung Lawu. Medan terjal, akses darat yang sulit dan hembusan angin kencang menjadi tantangan kendala pemadaman.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 17 Oktober 2026, 20:40 WIB
Medan yang sulit menghambat pemadaman kebakaran lereng Gunung Lawu. (Liputan6.com/ Dok BPBD karanganyar)

Liputan6.com, Karanganyar - Kebakaran hutan lereng Gunung Lawu kian mengkhawatirkan. Medan terjal, akses darat yang sulit dan hembusan angin kencang menjadi tantangan serius bagi petugas dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area itu.

Berpacu mencegah api meluas, Polda Jawa Tengah kini mengupayakan pengerahan helikopter ke lokasi kebakaran. Helikopter melakukan water bombing atau pemadaman dari udara di gunung yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan turun langsung meninjau Posko Bersama Penanganan Karhutla dan Pos Pantau RPH Tlogo Dlingo di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan Kapolda, untuk memantau perkembangan kebakaran. Selain itu, memperkuat koordinasi penanganan bersama instansi terkait.

Di tengah sulitnya medan, ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Perum Perhutani, Basarnas dan relawan, terus memadamkan api. Namun, keterbatasan akses dan sarana, membuat petugas belum leluasa menjangkau sejumlah titik kebakaran.

Kondisi tersebut memaksa Polda Jateng mengupayakan helikopter dari unsur Penerbad. Bantuan udara mampu menjangkau lokasi yang sulit didatangi melalui jalur darat. Selain itu, mempercepat pemadaman sebelum kebakaran meluas.

"Kita berharap dari teman-teman di Penerbad bisa menurunkan helikopter tersebut ke sini (Gunung Lawu) untuk diberikan bantuan, dalam artian membawa alat kemudian nanti jadi water bombing. Nah, itu yang akan digunakan nanti," pinta Roy.

Selain pengerahan helikopter, Kapolda Roy berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karanganyar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi membahas langkah penanganan lanjutan.

Salah satu opsi yang dibahas adalah modifikasi cuaca. Tujuannya membantu mengatasi kondisi kemarau panjang, yang menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

"Anginnya cukup besar dan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG, bagaimana caranya untuk membuat status daripada modifikasi cuaca itu sendiri," terang Roy.

Sementara itu, Pemkab Karanganyar tengah memproses penetapan status tanggap darurat bencana. Langkah tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi mendukung penanganan kebakaran sesuai kewenangan masing-masing.

Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan menangani karhutla pada Sabtu (17/10/2026). Polres Karanganyar menerjunkan personel dari fungsi Samapta dan Satuan Brimob. Mereka memperkuat pemadaman bersama TNI, BPBD, Perhutani dan relawan.

Terkait penyebab karhutla, Roy menduga adanya kelalaian manusia atau human error yang kini masih perlu didalami. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan, karena pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya