BRI Super League: PSIM Yogyakarta Pecat Pelatih Jean-Paul Van Gastel

PSIM Yogyakarta putus kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel usai kalah 1-2 dari PSM. Guntur Cahyo Utomo ditunjuk caretaker sekitar sebulan.

oleh Ana DewiDiterbitkan 17 Oktober 2026, 17:21 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel saat memberikan instruksi di pinggir lapangan ketika melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta resmi berpisah dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Pengumuman disampaikan Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026) sore WIB.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi manajemen menyusul kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026).

Hasil itu memperpanjang tren negatif Laskar Mataram di awal musim. PSIM menelan empat kekalahan beruntun dan belum meraih kemenangan dari lima laga.

"Saya mengucapkan permohonan maaf saya sebesar-besarnya atas performa yang belum bisa membahagiakan kita semua," ujar Liana.

"Namun perlu diketahui bahwasanya kinerja baik energi dan jiwa saya perlu kalian ketahui tidak pernah pernah letih untuk membawa tim kebanggaan kita ini bertahan di Liga 1," sambungnya.


Keberlangsungan Klub Jadi Prioritas

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, di Gedung Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026) sore WIB. (Bola.com/Ana Dewi)

Liana menjelaskan pemutusan kerja sama dengan Van Gastel merupakan langkah yang diambil untuk merespons situasi yang tengah dihadapi tim. Ia menekankan perannya bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga memastikan PSIM tetap aman dan berkelanjutan.

"Menanggapi situasi yang memang belum bisa membawa PSIM ini meraih kemenangan, pernyataan saya sangat singkat. Tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan PSIM dan juga keberlangsungan PSIM ke depan," katanya.

"Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Jean-Paul. Kami sudah menunjuk caretaker untuk sementara menggantikan posisi head coach dalam beberapa pertandingan ke depan," imbuh dia.

Untuk periode transisi, manajemen menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker pelatih. Guntur akan memimpin tim sekitar sebulan sambil menunggu penetapan pelatih tetap.


Dukungan Brajamusti dan The Maident Diharapkan

Liana meminta keputusan manajemen didukung penuh oleh suporter PSIM, termasuk Brajamusti dan The Maident. Ia menginginkan suasana lebih kondusif di ruang ganti agar performa tim segera membaik.

"Saya harap keputusan manajemen ini bisa didukung dengan baik oleh suporter, baik Brajamusti maupun The Maident," ucapnya.

"Semoga keputusan ini bisa membawa suasana yang baik di ruang ganti maupun ketika bertanding selama 90 menit, sehingga menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," pungkas Liana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya