Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan pada perdagangan saham 12-16 Oktober 2026. IHSG sepekan tertekan hingga menyentuh level 5.100. Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham catat penurunan terbesar atau top losers.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (17/10/2026), IHSG turun 14,91% ke posisi 5.185 dari pekan lalu 6.093,75. Level 5.185 juga termasuk terendah pada pekan ini. Sedangkan level tertinggi di 6.128,72.
Advertisement
Selain IHSG, rata-rata volume perdagangan saham turun 5,22% menjadi 44,10 miliar saham dari pekan lalu 46,53 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga merosot 0,07% menjadi Rp 16,21 triliun dari pekan lalu Rp 16,22 triliun. Namun, total frekuensi perdagangan saham naik 2,46% menjadi 1,71 juta kali transaksi dari pekan lalu 1,67 juta kali transaksi.
Tekanan IHSG yang terjadi juga di tengah aksi jual saham oleh investor asing. Selama sepekan, investor asing lepas saham Rp 3,19 triliun. Aksi jual saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu Rp 2,44 triliun.
Selama sepekan, seluruh sektor saham memerah. Sektor saham energi melemah 19,27%, dan catat koreksi saham terbesar. Sektor saham basic materials turun 17,15%, sektor saham industri merosot 17,96%, dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 11,46%.
Selanjutnya sektor saham consumer siklikal susut 17%, sektor saham perawatan kesehatan melemah 13,25%, sektor saham keuangan terpangkas 10,56%, sektor saham properti dan estate terperosok 8,89%. Kemudian sektor saham teknologi merosot 11,09%, sektor saham infrastruktur terpangkas 19,03% dan sektor saham transportasi tergelincir 15,53%.
Di tengah tekanan IHSG, 10 saham catat penurunan terbesar melebihi IHSG. Sepekan ini, saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memimpin koreksi. Saham FOLK merosot 51,57% menjadi Rp 77 per saham dari pekan lalu Rp 159 per saham. Selanjutnya saham KDTN turun 43,22% menjadi Rp 268 per saham dari pekan lalu. Koreksi juga diikuti saham ATLA. Saham ATLA melemah 42,42% menjadi Rp 19 per saham dari pekan lalu Rp 33 per saham.
10 Saham Top Losers Sepekan
Berikut 10 saham top losers sepekan berdasarkan data BEI:
1.PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)
Saham FOLK melemah 51,57% menjadi Rp 77 per saham dari pekan lalu Rp 159 per saham.
2.PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN)
Saham KDTN merosot 43,22% menjadi Rp 268 per saham dari pekan lalu Rp 472 per saham.
3.PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA)
Saham ATLA merosot 42,42% menjadi Rp 19 per saham dari pekan lalu Rp 33 per saham.
4. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)
Saham VKTR merosot 42,02% menjadi Rp 374 per saham dari pekan lalu Rp 645 per saham.
5.PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO)
Saham WAPO merosot 41,12% menjadi Rp 179 per saham dari pekan lalu Rp 304 per saham.
Saham Top Losers Lainnya
6.PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI)
Saham ASMI merosot 41,03% menjadi Rp 23 per saham dari pekan lalu Rp 39 per saham.
7.PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)
Saham TRIN merosot 39,22% menjadi Rp 124 per saham dari pekan lalu Rp 204 per saham.
8.PT Semacom Integrated Tbk (SEMA)
Saham SEMA merosot 37,61% menjadi Rp 282 per saham dari pekan lalu Rp 452 per saham.
9.PT Jaya Trishindo Tbk (HELI)
Saham HELI merosot 37,18% menjadi Rp 196 per saham dari pekan lalu Rp 312 per saham.
10.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Saham DSSA merosot 36,73% menjadi Rp 715 per saham dari pekan lalu Rp 1.130 per saham.