Manchester City Terancam Hukuman, Hasil Banding Kasus Dinanti

Manchester City terancam sanksi terkait kasus FFP. Hasil banding menjadi penentu sebelum keputusan hukuman ditetapkan pada akhir musim.

oleh Naila AdzkhiaDiterbitkan 18 Oktober 2026, 08:29 WIB
Ilustrasi Manchester City bersalah. (Bola.com/AI)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City masih menghadapi ancaman hukuman terkait kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Inggris atau Financial Fair Play (FFP). Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa keputusan mengenai sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada klub tersebut ditargetkan keluar sebelum musim berakhir.

Kasus ini bermula dari dugaan pelanggaran aturan keuangan yang dilakukan Manchester City pada periode 2009 hingga 2018. Klub berjuluk The Citizens itu menghadapi 115 dakwaan yang diajukan oleh Premier League setelah penyelidikan selama empat tahun.

Dalam perkembangan yang dilaporkan TEAMtalk, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 daripada 115 dakwaan tersebut. Namun, klub tetap mempertahankan posisinya dan mengajukan banding untuk menentang keputusan yang telah dijatuhkan.

Kini, perhatian tertuju pada hasil proses banding tersebut. Keputusan itu akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan sanksi yang harus diterima Manchester City apabila banding mereka tidak berhasil.


Keputusan Hukuman Manchester City Ditargetkan Keluar Musim Ini

Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Dilansir dari TEAMtalk yang mengutip Football Insider, jurnalis Pete O'Rourke melaporkan bahwa Manchester City diperkirakan akan menerima pemberitahuan mengenai kemungkinan sanksi atas 114 dakwaan tersebut sebelum musim berakhir.

Meski demikian, waktu penetapan hukuman masih bergantung pada hasil banding. Setelah proses itu selesai, panel independen yang menangani kasus tersebut akan membahas sanksi yang sesuai dengan keputusan akhir.

Proses ini melibatkan dua komisi independen dengan tugas berbeda. Komisi yang sebelumnya memeriksa kasus dan menjatuhkan putusan awal akan menentukan hukuman, sedangkan proses banding ditangani oleh komisi terpisah.


Manchester City Bisa Menghadapi Beragam Sanksi

Pemain Manchester City, Erling Haaland (tengah), berbicara dengan rekan-rekan setimnya setelah pemain PSG, Vitinha, mencetak gol ketiga timnya dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester City dan Paris Saint-Germain di Manchester, Inggris, Kamis (15-10-20260 dini hari WIB. (Foto AP/Dave Thompson)

Jika banding Manchester City gagal, klub tersebut berpotensi menghadapi sejumlah sanksi. Pilihannya mencakup denda besar, larangan transfer pemain, pengurangan poin, hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi atau kehilangan gelar Premier League.

Dampak kasus ini juga berpotensi meluas ke luar lapangan. Laporan tersebut menyebut kemungkinan hengkangnya sejumlah pemain, gugatan dari klub-klub rival, hingga desakan agar jajaran direksi atau pemilik klub mundur. Namun, seluruh kemungkinan itu belum menjadi keputusan resmi.


Peluang Banding Manchester City Dinilai Tidak Mudah

Striker Manchester City, Erling Haaland merayakan gol yang ia cetak ke gawang Ipswich Town dalam laga Premier League, Sabtu (24/8/2024). (AFP/Darren Staples)

Dalam laporan TEAMtalk yang mengutip BBC Sport, pengacara olahraga James Severn menilai Manchester City menghadapi tantangan besar untuk memenangkan banding. Menurutnya, dokumen perbankan, catatan pemerintah, dan bukti pembayaran bisa membantu City membuktikan asal-usul dana yang dipermasalahkan. Namun, bukti tersebut akan sulit mengubah putusan jika sebelumnya sudah diperiksa oleh komisi independen yang menyimpulkan adanya pengaturan keuangan semu.

Severn menambahkan, Manchester City perlu menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam penilaian bukti, misalnya kesalahan memahami isi surat elektronik atau mengabaikan konteks dokumen terkait. Meski City mengklaim memiliki bukti untuk membela diri, proses banding mereka dinilai tidak mudah. Hasil banding tersebut nantinya akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemungkinan hukuman yang dihadapi klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya