Liputan6.com, Jakarta - Program Game Application & Technology (GAT) dari School of Computer Science (SOCS) Binus University kembali menggelar Jakarta Game Fest 2026 di Binus Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta.
Ajang tahunan ini diselenggarakan untuk memamerkan potensi developer game lokal sekaligus membuktikan kualitas karya anak bangsa yang siap bersaing di pasar global.
Advertisement
Beragam agenda interaktif dihadirkan untuk mempertemukan para pelaku industri dan komunitas, mulai dari JGF Game Showcase, JGF Indie Spotlight, kompetisi cosplay, Portfolio Review (IGDX Career Got Talent), JGF Choice Awards, hingga JGF Online Fest di platform itch.io.
Selain menjadi wadah unjuk gigi, festival ini juga memperkuat sinergi antara dunia akademis dan industri guna mendorong lulusan yang siap berkarier di ekosistem digital.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menegaskan peran strategis kampus dalam mendukung keberlanjutan industri kreatif ini.
"Kesuksesan Jakarta Game Fest yang berkelanjutan adalah wujud nyata komitmen Binus dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung pada masyarakat. Kami bangga dapat menjadi katalisator bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berinovasi, berkarya, dan memimpin masa depan industri game global," ujar Nelly dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Antusiasme ribuan pengunjung dari kalangan mahasiswa, alumni, hingga masyarakat umum makin meriah dengan dukungan lintas organisasi.
Dukungan tersebut datang dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), Tekken Drivals Team, Esports Football One, serta Chatterworks (Pokémon TCG Academia University).
Penggerak Inovasi
Dekan SOCS Binus University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, menilai kurikulum dan fasilitas kampus akan terus diselaraskan dengan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi penggerak inovasi.
Senada dengan hal tersebut, Head of Program GAT Binus University, Dr. David, S.Kom., M.T.I., mengapresiasi ragam konsep game independen hingga model freemium yang dipamerkan mahasiswa sebagai bukti kesiapan menembus standar global.
Bagi SOCS Binus University, industri game merupakan pilar penting ekonomi digital masa depan yang memadukan seni, psikologi, matematika, dan teknologi.
Melalui ajang ini, Binus University berharap ekosistem game nasional mampu bertransformasi dari sekadar pasar konsumen menjadi salah satu pusat produsen game terkemuka di Asia Tenggara.