Kondisi Terkini 2 Petugas Korban Karhutla Bromo

Keduanya telah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

oleh HermawanDiterbitkan 17 Oktober 2026, 06:30 WIB
2 Korban Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Masih Kritis Alami Luka Bakar Berat

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi memilukan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Aksi heroik petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berubah menjadi duka mendalam setelah enam personel terjebak kepungan api liar di Blok Pusung Lingker, Jawa Timur.

Empat orang dinyatakan gugur, sementara dua lainnya dalam kondisi kritis akibat luka bakar berat.

Balai Besar TNBTS memastikan saat ini terus memantau intensif perkembangan dua korban kritis, yakni Musnawi dan Suraji. Keduanya telah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, setelah sebelumnya mendapatkan penanganan darurat di RSUD Tongas, Probolinggo.

"Dua personel mengalami luka bakar berat. Balai Besar TNBTS akan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak RSUD Dr. Soetomo dan instansi terkait untuk memastikan penanganan medis terbaik bagi korban," tegas Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Sabtu (17/10/2026)

Empat personel terbaik yang gugur saat proses pemadaman adalah, Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, dan Hendra Rony Wagiyanata.

Kronologi Kebakaran

2 Korban Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Masih Kritis Alami Luka Bakar Berat

Berdasarkan data resmi Balai Besar TNBTS, runtutan bencana ini bermula dari titik api lokal. Pada hari Selasa (13/10/2026) pukul 14.23 WIB, laporan pertama masuk mengenai kobaran api di ladang warga sekitar Blok Pusung Dawa, Desa Ngadirejo, Probolinggo (berbatasan langsung dengan kawasan TNBTS Grid A83).

Tim gabungan TNBTS dan perangkat desa langsung diterjunkan. Karena akses lokasi yang terisolasi serta ketersediaan air yang minim, petugas terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan alat tradisional (gebyok).

"Pada hari Rabu (14/10/2026) pukul 11.45 WIB, api sempat menjalar ke kawasan taman nasional sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim lapangan," tambahnya.

Sementara itu, pada hari Kamis (15/10/2026) pukul 09.20 WIB, ancaman berlanjut. Posko Cemoro Lawang mendeteksi membumbungnya asap tebal di titik yang sama. Melihat skala api yang membesar, personel tambahan dikirim untuk memperkuat pemadaman dan membuat sekat bakar (firebreak).

Puncaknya pada hari Kamis (15/10/2026), pukul 13.00 WIB angin kencang bertiup dan memicu lontaran api raksasa secara tiba-tiba. Perubahan arah angin dengan cepat mengurung 11 personel di lokasi.

Lima petugas berhasil meloloskan diri ke area aman, namun enam personel lainnya terjebak di tengah pusaran api hingga memakan korban jiwa dan luka berat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya