IHSG Anjlok 11,57% Usai Pengumuman MSCI, Saham Indonesia Masih Menarik?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11% setelah MSCI mengusulkan potensi perubahan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Oktober 2026, 05:47 WIB
Pendiri kanal edukasi finansial The Overpost sekaligus pendiri startup SpaceStock, Leon Hartono. (Tangkapan layar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Indonesia tertekan pada Jumat, (16/10/2026) setelah penyedia indeks global MSCI mengusulkan klasifikasi ulang pasar saham Indonesia menjadi standalone market. Tekanan itu ditunjukkan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga di atas 10%.

IHSG ditutup anjlok 11,57% menjadi 5.185,10. Indeks saham LQ45 melemah 13,82% menjadi 508,55. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Seiring hal itu, apakah pasar saham Indonesia masih menarik?

Enterpreneur sekaligus pendiri kanal edukasi financial PT Overpost Leon Hartono menilai, saat ini pasar saham Indonesia sudah murah."

Ngomongin murah, all ini measurement pasti murah,” ujar Leon dalam Program CUANOMIX, dikutip Sabtu, (17/10/2026).

Akan tetapi, ketidakpastian masih membayangi. Salah satunya dampak pengumuman MSCI terhadap peringkat Indonesia yang dirilis oleh lembaga pemeringkat global antara lain Moody’s, S&P dan Fitch Ratings Indonesia.

“Kita berharap ini isolated. Ini masalah saham dan regulator, dan mereka bisa melihat kepemilikan saham, bukan dalam kapasitas melakukan pembayaran terhadap utang kita,” tutur dia.

Ia menambahkan, potensi reklasifikasi status pasar saham MSCI ini merupakan hal serius yang harus ditangani. Hal ini mengingat langkah penyedia indeks global MSCI dapat membayangi lembaga penyedia indeks global lainnya untuk melakukan hal sama seperti FTSE Russell. Sebelumnya FTSE Russell telah mempertahankan status pasar saham Indonesia di Emerging Market. "FTSE memiliki perbedaan pendapat, tetapi tidak tahu apakah FTSE dapat mengikuti langkah MSCI. Ada potensial yang satu bakal affect another,” tutur dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya