Liputan6.com, Jakarta - 70 koleksi keramik masterpiece di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi, didokumentasikan dalam katalog khusus oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Benda-benda bersejarah ini menjadi bukti kuat rekam jejak perdagangan internasional dan diplomasi Nusantara sejak abad ke-8 Masehi. Koleksi tersebut merupakan hasil kurasi ketat dari total 350 artefak yang ada di Museum Keramik.
Tim peneliti keramologi BRIN membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk meneliti dan menyusun katalog yang merepresentasikan peradaban berbagai negara tersebut.
Advertisement
"BRIN telah memilah keramik yang mewakili negara-negara yang pernah datang ke Nusantara. Ini bukti otentik peradaban masa lalu," ujar Pendiri Museum Prabu Siliwangi, Fajar Laksana, Jumat (16/10/2026).
Fajar menjelaskan, keramik tersebut berasal dari berbagai belahan dunia, mulai dari China, Inggris dan Belanda, Thailand, hingga sisa peninggalan Kerajaan Majapahit.
"Koleksi tertua dari abad ke-8. Seluruh era dinasti Tiongkok ada perwakilannya. Ini membuktikan bahwa sejak dulu sudah terjadi perdagangan internasional," ungkapnya.
Sebelum diteliti BRIN, puluhan keramik bernilai historis tinggi ini merupakan warisan turun-temurun dari keluarga Raden Sumawinata yang memiliki pertalian dengan Kesultanan Banten.
Katalog yang telah memiliki ISBN ini diterbitkan oleh Khalifah Mediatama dan akan masuk ke jaringan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai rujukan akademis.
Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Iim Imanudin, menyebut koleksi ini merupakan indikator penting pergerakan saudagar global di masa lampau.
"Ada pergerakan mobilitas masa lalu, bukan hanya orang, tapi juga artefak. Ini menjadi indikasi kuat adanya kisah sejarah pada benda material tersebut," jelas Iim.
Iim juga menambahkan bahwa pelestarian kebudayaan di Museum Prabu Siliwangi selaras dengan prinsip pendidikan dekolonial yang membangun bangsa dari akar budayanya sendiri.
Upaya pendokumentasian ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat.
"Kajian dari tim berkompeten ini membuat sejarah bisa ditransfer utuh. Ini akan menjadi histori dan keilmuan penting bagi generasi berikutnya," kata Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga Pragosta.
Peluncuran buku Katalog Keramik ini sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Museum Indonesia (Harmusindo) 2026, yang diharapkan dapat memperkaya objek eduwisata sejarah di Kota Sukabumi.