Sumut Gelar Hujan Buatan untuk Atasi Kabut Asap

Operasi modifikasi cuaca di Sumut menyasar Medan, Binjai, Deli Serdang, dan wilayah sekitarnya untuk memicu hujan.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 19:57 WIB
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kabut Asap di Sumut. (Liputan6.com/ Reza Edendi)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah. Operasi ini diharapkan dapat memicu hujan guna membantu mengurangi polusi asap dan memperbaiki kualitas udara.

Penerbangan perdana operasi tersebut dilepas Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, dari Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (16/10/2026) sore. Operasi ini dilaksanakan atas instruksi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

Sebelum melepas pesawat jenis Cessna Caravan, Surya meninjau proses pemuatan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam ke dalam pesawat. Bahan tersebut akan disebarkan pada awan potensial untuk membantu proses pembentukan hujan.

"Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain," ujar Surya.

Kabut asap akibat karhutla berdampak pada aktivitas masyarakat dan transportasi udara. Jarak pandang yang terbatas di Bandara Internasional Kualanamu dilaporkan menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan dalam dua hari terakhir.

Surya mengatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.

"Awalnya memang kita berharap penerbangan dan penyebaran bubuk Natrium Chlorida (NaCl) ini di wilayah Medan dan sekitarnya. Tetapi ternyata tidak semudah itu, karena pesawat harus mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl," jelasnya.

 

Operasi Pemicu Hujan

Langit Sumut Dikepung Asap Karhutla, Pemprov Ambil Langkah Darurat Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Pemprov Sumut merencanakan penyebaran bahan semai sebanyak dua kali sehari. Operasi ini diharapkan dapat membantu memicu hujan sehingga kabut asap berangsur berkurang.

"Sesuai perintah Pak Gubernur, ini kita terbangkan pesawat untuk menebar bubuk NaCl sebanyak dua kali dalam satu hari. Mudah-mudahan langkah cepat ini efektif menghilangkan kabut asap akibat karhutla," kata Surya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Saragih, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama tiga hari.

Dalam setiap penerbangan, pesawat membawa sekitar satu ton bahan NaCl dengan durasi terbang sekitar dua jam per misi. Penerbangan dijadwalkan berlangsung dua kali sehari untuk menjangkau awan potensial.

Melalui operasi tersebut, Pemprov Sumut berharap hujan dapat membantu mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara, sehingga aktivitas masyarakat serta transportasi udara dapat kembali berjalan lebih lancar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya