Empat Petugas dan Relawan Gugur Dalam Kebakaran Bromo, BPBD Buka Suara

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo berubah menjadi petaka.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 16 Oktober 2026, 19:39 WIB
Empat petugas dan relawan meninggal dalam kebakaran BromoH

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi memilukan melanda kawasan wisata Bromo. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, berujung maut. Empat orang terdiri dari petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan relawan gugur saat memadamkan kobaran api.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membeberkan kronologi detik-detik mencekam saat para korban terperangkap dalam kepungan api dan asap pekat.

​Petaka bermula pada Kamis (15/10/2026) pukul 09.00 WIB, ketika titik api pertama kali terdeteksi di lereng Pusung Lingker. Menanggapi ancaman tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel TNBTS dan relawan dari karyawan Artotel bergerak cepat menuju titik lokasi kebakaran pada pukul 10.20 WIB.

​Namun, situasi berbalik menjadi ancaman mematikan memasuki siang hari. Sekitar pukul 13.30 WIB, embusan angin kencang mendadak membesarkan amukan api. Dalam sekejap, kobaran api memotong jalur evakuasi dan mengepung para petugas serta relawan di lokasi. Suasana berubah panik saat panggilan darurat dan jeritan minta tolong terdengar di tengah gulungan asap hitam pekat.

​"Pada pukul 14.29 WIB, beberapa petugas memberanikan diri menerobos kobaran api dan asap pekat untuk menolong rekan-rekan mereka. Di lokasi, ditemukan enam korban: tiga orang telah meninggal dunia di tempat, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar hebat," ungkap Oemar Sjarief, Jumat (16/10/2026).

​Tiga korban yang gugur di tempat kejadian perkara (TKP) adalah Sukaris (petugas TNBTS), serta Sefril dan Wisnu (relawan dari karyawan hotel setempat). Jenazah ketiga pahlawan lingkungan ini dievakuasi menuju Bukit Mentigen sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Tongas untuk autopsi. Sementara itu, Tim Inafis Polres Probolinggo langsung diterjunkan untuk melakukan olah TKP sekitar pukul 16.17 WIB.

​Upaya penyelamatan nyawa terus dilakukan bagi tiga korban luka bakar yang sempat dievakuasi ke Puskesmas Sukapura. Sayangnya, duka kembali bertambah. Tepat pukul 18.59 WIB, salah satu korban luka bernama Hendra Roni (petugas TNBTS) mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas, menambah daftar korban jiwa menjadi empat orang.

​Dua korban selamat lainnya yang mengalami luka bakar sangat serius, yakni Munawi (petugas TNBTS) dan Suraji (relawan karyawan hotel), kini dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis spesialis darurat.

​"Kami sangat berduka mendalam atas tragedi karhutla ini hingga merenggut nyawa para petugas dan relawan yang berjuang di garda terdepan. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," pungkas Oemar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya