Saham Rontok, Danantara Siap Ambil Kesempatan Masuk Pasar Modal

CEO Danantara Rosan Roeslani yakin terhadap kinerja perusahaan tercatat atau emiten di Indonesia sehingga saat ini momen masuk pasar saham.

oleh Agustina MelaniThurfah Mahira AhnafDiterbitkan 16 Oktober 2026, 17:32 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani (Foto: Liputan6.com/Thurfa M)

Liputan6.com, Jakarta - Seiring pasar saham yang mengalami koreksi, Chief Executive Officer (CEO), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani menilai saat ini menjadi momentum untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“Ini momen karena kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa termasuk yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara itu valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini,” ujar dia di Gedung BEI, Jumat (16/10/2026).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini, Jumat, (16/10/2026), ditutup anjlok 11,57% menjadi 5.185,10. Indeks saham LQ45 melemah 13,82% menjadi 508,55. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.404,50 dan terendah 5.185,10. Sebanyak 775 saham tertekan sehingga membebani IHSG. 10 saham masing-masing menguat dan diam di tempat.

Danantara melihat investasi saham sebagai investasi jangka panjang. Hal ini dengan didukung fundamental perusahaan yang positif.

"Kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment bukan sebagai investor in and out yang kita bisa masuk. Kita meyakini, melihat dan menganalisa fundamental perusahaan kita sangat baik,” ujar dia.

Ia mencontohkan dari sektor perbankan yang baik tetapi valuasi masih rendah."Valuasinya mungkin di bawah one time price book value ini di bawah average dari valuasi di peers di industrinya belum lagi di sektor infrastruktur di sektor telekomunikasi dan yang lain,” kata Rosan.

 

Kesempatan Danantara Masuk Pasar Modal

CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: istimewa)

Rosan kembali menegaskan, Danantara sebagai investor jangka panjang, saat ini menjadi kesempatan untuk masuk di pasar modal Indonesia. “Ini adalah opportunity untuk kita masuk sebagai long term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama beserta ekosistem yang kami ada,” kata dia.

Rosan yakin perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia akan meningkat. Ia menilai, di pasar saham ditemui naik dan turun tetapi itu bukan dari faktor fundamental. Rosan melihat, di bursa saham ditemui pergerakan naik dan turun. Namun, saat ini hal itu lebih didorong sentimen.

“Tapi kalau kami melihatnya ini bukan karena soal fundamental tapi ini lebih ke technical dan rumors di market, tetapi ini juga lebih ke soal non-fundamental tapi kembali lagi kita pegangannya adalah fundamental. Jadi ini momen yang sangat baik untuk kita investasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya