Liputan6.com, Jakarta - Kabar terbaru datang dari Song Min Ho atau yang dikenal sebagai Mino Winner. Pada tanggal (16/10/2026), Administrasi Sumber Daya Manusia Militer Korea Selatan sedang mempertimbangkan pengulangan wajib militer untuk rapper yang lahir di kota Yongin itu.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Mino telah divonis 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan pada (1/10/2026) lalu lantaran dirinya dinyatakan telah mangkir wajib militer.
Advertisement
Mino ditugaskan sebagai petugas pelayanan publik di Mapo Facilities Management Corporation mulai maret 2023 dan kesejahteraan warga Mapo dari Maret hingga Desember 2024.
Dilansir dari The Chosun Daily pada (16/10/2026), selama masa wajib militernya, Mino seringkali tidak tertib peraturan kerja, ia bahkan menghindari tugas pengaduan sipil karena statusnya sebagai selebritas, alih-alih bertugas dirinya malah menghabiskan waktu bermain game atau merokok sebelum kerja selesai.
Dari total 430 hari kerja yang tak termasuk akhir pekan dan hari libur, Mino telah membolos sebanyak 102 hari. Bahkan pada bulan Juli, dua tahun lalu, Mino hanya bekerja sebanyak 4 hari dari 23 hari kerja yang dijadwalkan.
Kasusnya ini juga melibatkan orang lain yang dikabarkan memperlakukan Mino secara istimewa pada masa wajibnya itu. Orang itu disebut Bapak A, seorang manajer fasilitas yang didakwa karena diduga memanipulasi catatan kehadiran Mino dan menulis catatan kerja Mino secara manual.
Permintaan Maaf Mino
Mino yang ketahuan pun melantunkan permintaan maafnya atas perbuatannya yang tidak terpuji itu.
“Sebagai pemuda Korea Selatan, saya telah gagal memenuhi kewajiban mempertahankan negara. Saya sadar betul gangguan bipolar dan gangguan panik ini tidak bisa dijadikan alasan. Saya menyesal,” ungkap Mino.
Pada tanggal 9 Oktober lalu, dirinya juga membagikan permintaan maafnya yang ia tulis tangan.
“Setiap hari saya sangat menyesal. Kelalaian yang saya lakukan sangatlah memalukan dan menjijikan. Saya tidak akan menghindar dari kesalahan saya dan saya akan merenungkannya. Saya akan menjalani prosedur dan kewajiban yang tersisa,” tulisnya.
Mino Sempat Membantah Tuduhan
Pada awalnya Mino membantah tuduhan kelalaiannya dalam menjalani wajib militer dengan menyebut bahwa dirinya taat aturan kerja. “Saya mengikuti regulasinya, tidak ada masalah dengan kewajiban saya berkerja di pelayanan sosial,” bantah Song Min-ho.
Namun setelah dirinya dipanggil sebanyak tiga kali, ia akhir mengaku telah lalai dalam bertugas dan tidak hadir tanpa izin.
Tuai Kemarahan Publik
Setelah pengumuman peninjauan kembali masa wajib militer selama 102 hari, The Chosun Daily mencatat bahwa netizen Korea Selatan mengungkapkan kritik atas ketidakpuasan mereka terkait hal itu. Mereka meninggalkan komentar yang mempertanyakan tentang regulasi hal tersebut
“Apakah dinas militer bisa dicicil?” tulis netizen Korea Selatan.
Selain itu ada juga yang memberi sindiran dengan membandingkan kasus Mino dengan kasus sehari-hari. “Kok bisa Mino bertugas pas 102 hari sedangkan biaya tol yang menunggak bisa berlipat ganda?” tanya mereka.
Bahkan karena kekecewaan yang dirasakan, salah satu netizen mengajak netizen lainnya untuk membuat petisi. “Kita harus buat petisi,” tulis salah satu netizen.