Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Masjid yang dibangun di atas perairan Pantai Ancol itu kini dibuka untuk umum.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Jumat tanggal 16 Oktober 2026, Masjid Apung An-Nur Jakarta saya nyatakan diresmikan,” jelas Pramono dalam sambutannya di kawasan Ancol.
Advertisement
Pramono mengatakan, nama An-Nur dipilih setelah dirinya mendapat sejumlah opsi nama. Ia berharap masjid tersebut menjadi destinasi wisata religi sekaligus ikon baru Jakarta.
“Jadi saya disodorkan beberapa nama untuk memilih nama masjid ini, saya akhirnya memutuskan Masjid An-Nur karena saya begitu melihat, tempatnya itu penuh cahaya, dan kemudian mudah-mudahan ini akan membawa berkah bagi masyarakat Jakarta, dan saya yakin akan menjadi landmark baru wisata keagamaan,” sambungnya.
Kapasitas Jemaah
Masjid Apung An-Nur memiliki luas bangunan sekitar 2.241 meter persegi. Bangunan tersebut dirancang untuk menampung 600 jemaah, terdiri dari 460 jemaah pria dan 140 jemaah wanita. Ke depan, kapasitasnya direncanakan bertambah sekitar 300 jemaah melalui perluasan bangunan.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai. Masjid ini direncanakan bisa menampung 600 jemaah, terdiri dari 460 jemaah pria dan kemudian 140 jemaah wanita dan nantinya direncanakan untuk extension akan ditambah kurang lebih 300 jemaah,” ujar Pramono.
Pramono menyebut masjid tersebut dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan mengusung filosofi “Bahtera Iman”.
“Masjid ini dirancang oleh arsitek Andra Matin, salah satu, seorang arsitek yang kenamaan dan mempunyai banyak hasil karya di republik ini, dengan filosofi utama adalah ‘Bahtera Iman’,” kata Pramono.
Digagas Sejak Era Anies
Pramono menjelaskan, pembangunan masjid ini telah digagas pada 2019, saat Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Peletakan batu pertama dilakukan pada November tahun itu, tetapi proyek tersebut sempat menghadapi berbagai kendala dan baru dilanjutkan kembali pada 2024.
“Masjid ini digagas oleh Gubernur Anies Baswedan pada tahun 2019. Tetapi karena Covid bukan tidak terselesaikan, karena mengalami berbagai persoalan, sehingga dengan demikian, walaupun sudah di-groundbreaking pada tahun 2019 dan baru dilanjutkan kembali di tahun 2024. Saya sebagai penerusnya, melanjutkan sampai selesai dan bersyukur yang memberi nama saya,” terang Pramono.
Ia juga berpesan agar PT Jaya Ancol selaku pihak yang akan mengelola masjid menjaga perawatan dan pengelolaannya dengan baik.
“Secara khusus saya berpesan kepada PT Jaya Ancol yang nanti akan mengelola ini, mudah-mudahan akan dirawat dengan baik,” tutur Pramono.
Pramono berharap kehadiran Masjid Apung An-Nur menjadi simbol kehidupan keberagaman yang harmonis di Jakarta.