Kabar Duka, Amaluddin Syarief Sosok Cover Stafaband Legendaris Meninggal Dunia

Amaluddin Syarief alias Mas Stafaband meninggal dunia pada 15 Oktober 2026. Kenali kisah sosok ikonik cover MP3 era 2000-an.

oleh Guntur MerdekawanDiterbitkan 16 Oktober 2026, 13:29 WIB
Amaluddin Syarief, sosok cover Stafaband legendaris meninggal dunia (Dok. Pribadi)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari Amaluddin Syarief, sosok yang dikenal luas sebagai 'Mas Stafaband' berkat foto selfie-nya yang kerap muncul di sampul atau cover lagu MP3 pada era 2000-an. Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, dalam usia 46 tahun. Kepergiannya meninggalkan kenangan bagi banyak orang yang tumbuh bersama kebiasaan mengunduh lagu dari internet.

Meski namanya mungkin tidak langsung dikenali semua orang, wajah Amaluddin terasa akrab bagi generasi yang pernah mengoleksi lagu MP3 melalui situs berbagi file seperti 4Shared dan Stafaband. Foto dengan senyum khasnya sering muncul ketika seseorang membuka file lagu yang sudah diunduh, bahkan untuk lagu yang sama sekali tidak ia nyanyikan.

Kabar kepergian Amaluddin pun memancing gelombang ucapan belasungkawa dan nostalgia di media sosial. Banyak warganet mengenangnya sebagai bagian dari pengalaman mendengarkan musik pada masa ketika layanan streaming belum menjadi pilihan utama seperti sekarang.

 


Berawal dari Hobi Mengoleksi Lagu, Foto Amaluddin Mendunia

Amaluddin Syarief, sosok di balik cover lagu bajakan Stafaband (Dok. Pribadi)

Kisah Amaluddin menjadi ikon cover MP3 ternyata berawal dari kebiasaannya mengoleksi lagu-lagu Indonesia favorit. Sekitar dua dekade lalu, ketika kapasitas penyimpanan komputer masih terbatas, ia memilih mengunggah koleksi musiknya ke 4Shared agar tidak memenuhi ruang penyimpanan di komputer pribadi.

Saat mengunggah lagu-lagu tersebut, Amaluddin menggunakan foto selfie dirinya sebagai gambar sampul. Awalnya, foto itu hanya dimaksudkan untuk menandai koleksi musik pribadi. Namun, siapa sangka, file-file yang ia unggah justru banyak diunduh dan dibagikan ulang oleh pengguna internet hingga fotonya tersebar ke berbagai situs unduhan MP3.

Dari situlah wajah Amaluddin semakin dikenal dan melekat dengan Stafaband. Ia kemudian mendapat julukan “Mas Stafaband” dan “Duta MP3”. Foto yang awalnya digunakan untuk keperluan sederhana itu berubah menjadi salah satu gambar paling ikonik bagi pengguna musik digital Indonesia pada era 2000-an hingga awal 2010-an.

Popularitas tersebut datang tanpa direncanakan. Amaluddin bukan penyanyi yang sedang mempromosikan album, melainkan seorang pencinta musik yang tidak menyangka foto pribadinya akan dikenal oleh begitu banyak orang.

Lanjut Baca:

Di balik wajah yang familier bagi pengguna MP3, Amaluddin menjalani kehidupan sehari-hari sebagai pekerja profesional. Sejumlah pemberitaan menyebut dirinya bekerja di lingkungan Telkom Group di Makassar. Ia bukan figur publik yang sengaja mengejar popularitas, meskipun fotonya telah lama beredar di internet. Kisah di balik foto legendarisnya kembali menarik perhatian publik pada Januari 2026, ketika Amaluddin tampil dalam program televisi Pagi Pagi Ambyar. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan bagaimana kebiasaannya mengoleksi dan mengunggah lagu justru membuat wajahnya tersebar luas di dunia maya. Ia juga mengaku sempat merasa malu ketika mengetahui fotonya dikenal banyak orang, karena pada awalnya ia hanya bermaksud menyimpan dan membagikan koleksi musiknya sendiri. Cerita tersebut membuat banyak orang melihat sosok di balik gambar ikonik itu sebagai orang biasa yang popularitasnya datang secara tidak terduga.  

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya