Rencana Penembakan Massal di Kuil Hindu Chicago Digagalkan Rekan Kerja

Seorang rekan kerja menggagalkan rencana penembakan massal di kuil Hindu Chicago oleh Alexandros Paporakis.

oleh Septian DenyDiterbitkan 16 Oktober 2026, 18:00 WIB
Ilustrasi penembakan massal. (Dok: AP/Mark Baker)

Liputan6.com, Washington, DC - Rencana penembakan massal yang diduga menyasar sebuah kuil Hindu di dekat Chicago, Amerika Serikat (AS), berhasil digagalkan setelah seorang rekan kerja pelaku melaporkan pesan mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dikutip dari BBC, Jumat (16/10/2026), Alexandros Paporakis, 19 tahun, seorang kasir Taco Bell asal Palatine, Illinois, hadir di pengadilan pada Rabu. Dia didakwa atas satu tuduhan membuat ancaman terorisme dan satu tuduhan kepemilikan senjata secara ilegal.

Menurut penyelidik, Paporakis diduga mengirim pesan kepada rekan kerjanya pada Minggu mengenai rencana serangan tersebut. Rekan kerjanya kemudian melaporkan pesan itu kepada pihak berwenang.

Kepala Kepolisian Palatine, William Nord, mengatakan pada Kamis bahwa polisi menerima laporan mengenai rencana penembakan massal pada Minggu dari seseorang yang menerima “komunikasi elektronik yang mengkhawatirkan” dari Paporakis.

“Komunikasi ini memainkan peran penting dalam membawa masalah ini ke perhatian aparat penegak hukum,” kata Nord.

Menurut CBS, mitra BBC di Amerika Serikat, jaksa mengatakan pelapor tersebut pernah bekerja bersama Paporakis.

Polisi juga menyebut menemukan sejumlah tulisan yang menunjukkan Paporakis mengidentifikasi dirinya sebagai penganut supremasi kulit putih dan mengungkapkan kebencian terhadap orang-orang nonkulit putih.

Diduga Hendak Menembak di Kuil Hindu

Nord mengatakan, sebuah mobil Honda RDX merah yang terdaftar atas nama Paporakis memasuki area parkir sebuah “kuil Hindu yang dikenal” di wilayah pinggiran Aurora pada Minggu siang.

Tersangka diduga mencoba melepaskan tembakan, tetapi senjatanya macet. Dia kemudian meninggalkan lokasi dan berkendara pulang ke rumah tempat tinggalnya bersama sang ibu.

Menurut NBC Chicago, Paporakis memberi tahu rekan kerjanya melalui pesan telepon bahwa senjatanya macet dan dia segera meninggalkan lokasi “dengan sangat cepat”.

Setibanya di rumah, dia diduga mencari informasi di internet tentang cara mengatasi senjata yang macet.

NBC Chicago melaporkan, Paporakis juga menelepon seorang rekan kerja untuk memberi tahu niatnya melakukan penembakan massal.

Penyelidik menduga Paporakis bertindak seorang diri.

Nord mengatakan, polisi telah menggeledah rumah tersangka dan menemukan sepucuk senapan, sejumlah magasin berisi peluru, ratusan butir amunisi senapan, serta pelindung tubuh.

Petugas juga menemukan dokumen sepanjang delapan halaman yang berisi “ideologi ekstremis” dan mengungkap rencana serangan tersangka.

Menurut CBS, dalam tulisan tersebut Paporakis menggambarkan dirinya sebagai seorang “supremasis kulit putih neo-Nazi sosiopat”.

Polisi telah meminta keterangan ibu Paporakis, yang disebut tidak kooperatif.

 

 

Kuil Hindu Perketat Keamanan

Kuil Hindu yang diidentifikasi media lokal sebagai target serangan menyatakan telah menerapkan langkah-langkah keamanan baru.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan insiden tersebut “menambah kekhawatiran yang berkembang mengenai permusuhan rasial dan kebencian anti-India di AS”.

Anggota Kongres AS dari Illinois, Raja Krishnamoorthi, juga menyatakan dirinya merasa ngeri atas insiden tersebut.

Dalam pernyataan di Facebook, Krishnamoorthi mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya beribadah di kuil tersebut dan berada di sana pada Minggu lalu.

Wilayah metropolitan Chicago merupakan rumah bagi salah satu populasi warga Amerika keturunan India terbesar di Amerika Serikat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya