​Tragedi Pemadaman Karhutla Bromo, Korban Meninggal jadi 4 Orang

Api tiba-tiba merambat cepat diperparah perubahan arah angin.

oleh HermawanDiterbitkan 16 Oktober 2026, 05:29 WIB
Tim penanggulangan saat evakuasi petugas yang gugur usai terjebak kobaran api (Foto: Hermawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merenggut nyawa para pejuang di garis depan. Jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi empat orang setelah satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

​Keempat korban tewas terdiri dari tiga petugas TNBTS—Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony, serta Sefriel Ardiansyah dan seorang pekerja Artotel Bromo yang turut menjadi relawan pemadaman. Sementara itu, dua relawan lainnya, Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk perawatan intensif.

​"Tiga korban gugur di lokasi kejadian saat berjuang memadamkan api, sedangkan satu korban meninggal dunia saat dievakuasi ke RSUD Tongas," ujar Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, Jumat (16/10/2026)

 

Tim penanggulangan saat evakuasi petugas yang gugur usai terjebak kobaran api (Foto: Hermawan/Liputan6.com)

​Peristiwa nahas ini bermula saat tim gabungan beranggotakan 12 orang diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, eskalasi karhutla yang merambat cepat dipadu perubahan arah angin yang mendadak membuat tim terpisah.

​Enam personel terjebak di tengah kepungan kobaran api yang tak terkendali. Empat di antaranya tak selamat, sedangkan dua lainnya menderita luka bakar berat.

​Insiden ini menjadi catatan kelam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Menurut Haris, meski kebakaran kawasan TNBTS tergolong rutin terjadi setiap tahun, baru kali ini peristiwa tersebut memakan korban jiwa.

​Pemkab Probolinggo menegaskan bakal menanggung seluruh biaya pengobatan para korban luka.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para pahlawan kemanusiaan ini. Seluruh biaya penanganan medis korban ditanggung penuh oleh Pemkab Probolinggo berkoordinasi dengan pihak TNBTS," tutur Haris.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya