Kabut Asap di Sumut, Siswa SMA hingga SLB Belajar di Rumah

Kabut asap mencemari udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Pemprov Sumut meminta sekolah menerapkan PJJ dan mengimbau masyarakat menggunakan masker.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 15 Oktober 2026, 19:42 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menginstruksikan pembelajaran jarak jauh bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai 16 Oktober 2026 untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengimbau seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk segera mengambil langkah antisipasi menyusul kabut asap yang mulai mencemari udara di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.

Sebagai bentuk perlindungan di sektor pendidikan, Bobby menginstruksikan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai Jumat, 16 Oktober 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri peluncuran operasional bus perintis gratis bagi pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).

Bobby menegaskan, pembelajaran dari rumah merupakan langkah pencegahan untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap. Meski tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah, para siswa tetap diminta mengikuti kegiatan belajar.

“Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,” ujar Bobby.

Selain sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah kabupaten dan kota menyusun langkah perlindungan sesuai dengan kondisi dan tingkat kerawanan di daerah masing-masing.

Para kepala daerah juga diminta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Anak-anak dan kelompok rentan diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara memburuk.

“Bupati/wali kota juga kami harapkan terus memantau perkembangan kondisi udara. Kita imbau juga masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan dengan menggunakan masker,” ucap Bobby.

 

Upaya Menangani Kabut Asap

Pemprov Sumut juga melakukan sejumlah upaya untuk menangani kabut asap, termasuk melalui koordinasi lintas wilayah dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung penanggulangan dampaknya.

Bobby mengungkapkan, pemerintah telah mencoba modifikasi cuaca di Kabupaten Samosir untuk memicu turunnya hujan. Upaya tersebut direncanakan berlanjut ke daerah lain yang terdampak kabut asap.

“Kita telah mencoba modifikasi cuaca di wilayah Kabupaten Samosir dan direncanakan untuk dilanjutkan di daerah lain,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumut memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk membahas penanganan kabut asap, termasuk pemanfaatan teknologi pendukung guna mengurangi dampaknya.

“Kita juga bersinergi dengan Provinsi Sumsel terkait pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap,” ujar Bobby.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya