Liputan6.com, Yogyakarta - Jaringan 5G XLSmart di Yogyakarta (Jogja), Solo, dan wilayah sekitarnya diklaim mampu menghadirkan konektivitas dengan potensi kecepatan lebih tinggi, waktu respons lebih rendah, serta kapasitas jaringan lebih besar dibandingkan 4G.
Untuk membuktikan hal tersebut, Tekno Liputan6.com melakukan uji jaringan 5G XLSmart di Jogja dan Solo di sejumlah titik, Kamis (15/10/2026). Antara lain di Stasiun Tugu, perjalanan dari Yogyakarta menuju Solo menggunakan kereta Inspeksi 4, dan sebuah restoran di Solo.
Advertisement
Saat tiba di Stasiun Tugu, kami langsung melakukan uji jaringan menggunakan Motorola Edge 60 5G dengan memperoleh kecepatan download 415 Mbps dan upload 51,5 Mbps.
Sementara saat dalam perjalanan dari Jogja menuju Solo, kecepatan download tembus 306 Mbps dan upload 29,9 Mbps, menggunakan perangkat iPhone 16 Pro Max.
Sesampainya di Solo, kecepatan download jaringan 5G XLSmart menembus hingga 564 Mbps dan upload 69,3 Mbps, dengan menggunakan Samsung Galaxy S23 Plus.
Untuk diketahui, 5G Blanket Coverage XLSmart telah menjangkau 23 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY, termasuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta.
Pengembangan tersebut didukung lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G, di kedua provinsi. Melalui merek layanan XL, pelanggan juga dapat memanfaatkan jaringan 5G XLSmart melalui pilihan paket XL Ultra 5G+ sesuai cakupan jaringan, perangkat, dan ketentuan layanan.
Akses Konektivitas Berkualitas
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan pengembangan jaringan 5G XLSmart merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung percepatan transformasi digital Indonesia melalui perluasan akses konektivitas yang berkualitas.
"Pertumbuhan trafik internet di Jogja–Solo menunjukkan semakin besarnya peran teknologi digital dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan 5G tidak hanya kami arahkan untuk meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi pendidikan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif," ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan ingin manfaat teknologi ini semakin dirasakan masyarakat dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di berbagai daerah.” Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menyebut pengembangan jaringan 5G XLSmart dengan pendekatan 5G Blanket Coverage agar pelanggan dapat mengakses jaringan 5G di lebih banyak lokasi, bukan hanya pada titik-titik tertentu.
Ia mengatakan, khusus di Jawa Tengah dan DIY, saat ini jaringan 5G XLSmart telah menjangkau 23 kota/kabupaten, didukung lebih dari 9.600 BTS 5G.
"Fokus kami bukan semata-mata memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, baik di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, maupun destinasi wisata,” ia memungkaskan