Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi menyusul rentetan serangan terhadap bandara di negara tersebut.
Pemerintah juga mengingatkan pihak Arab Saudi dan negara-negara tetangga bahwa jumlah warga negara Indonesia (WNI) di kawasan itu cukup besar.
Advertisement
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, seluruh perwakilan Indonesia di kawasan tersebut telah bersiaga sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat beberapa bulan lalu.
“Kita tentunya terus memantau situasi di sana. Kita sudah menyampaikan kepada pihak Saudi dan pihak negara tetangga bahwa jumlah WNI di sana cukup besar,” kata Arrmanatha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, perwakilan Indonesia terus melaporkan perkembangan situasi keamanan kepada pemerintah pusat. Koordinasi juga dilakukan untuk memantau kondisi terkini di kawasan tersebut.
“Sejak terjadinya perang di Iran dan dengan Amerika beberapa bulan lalu, sejak itu seluruh perwakilan kita di sana itu pada siaga. Jadi laporan perkembangan selalu dilaporkan ke pusat dan kita berkoordinasi,” ujarnya.
Meski demikian, Arrmanatha belum menjelaskan apakah pemerintah akan mengevakuasi WNI dari Arab Saudi jika situasi keamanan semakin memburuk.
Dia hanya menegaskan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan di lapangan.