Ukraina Ancam Serangan Lagi ke Kilang Minyak Rusia Usai Kecewa pada AS

Presiden Zelenskyy menegaskan Ukraina akan melanjutkan serangan ke kilang minyak Rusia.

oleh Septian DenyDiterbitkan 15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Ruang Timur Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. (AP Photo/Andrew Harnik)

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa negaranya akan melanjutkan kembali serangan terhadap kilang minyak Rusia. Pernyataan ini disampaikan seiring tuduhannya terhadap Amerika Serikat yang dinilai telah menarik dukungan krusial bagi Ukraina.

Dikutip dari BBC, Kamis (15/10/2026), Zelenskyy mengungkapkan bahwa dirinya sempat membatasi serangan semacam itu selama tiga hari atas permintaan Washington, sementara pihak Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina.

"Kami sudah selesai (menahan diri)," tegasnya kepada Financial Times.

Zelenskyy juga menuding AS telah menghentikan pembagian data intelijen terkait serangan-serangan Rusia serta memperlambat layanan satelit Starlink yang digunakan militer Ukraina. Langkah ini dinilai sebagai upaya menekan Kyiv agar menghentikan serangan secara total, setelah AS membuat kesepakatan untuk mengimpor diesel dari Rusia.

Sebelumnya, Zelenskyy sempat menyatakan bersedia menyetujui apa yang disebut sebagai "gencatan senjata energi" yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu, dengan syarat Moskow juga mematuhinya.

Namun, Zelenskyy menuduh Rusia mengabaikan usulan kesepakatan tersebut hanya dalam hitungan jam setelah diumumkan, lewat serangan-serangan yang menyebabkan ratusan ribu warga Ukraina kehilangan aliran listrik. Pihak Kremlin sendiri tidak pernah menyatakan setuju terhadap kesepakatan tersebut.

Dalam wawancara bersama Piers Morgan pada Rabu malam, Zelenskyy membenarkan bahwa dirinya merasa dikhianati oleh AS setelah Washington tampak menarik elemen-elemen kunci dari dukungannya.

Tekanan Intelijen dan Layanan Starlink

Kepada Financial Times, pemimpin Ukraina tersebut mengungkapkan bahwa para pejabat AS sempat menyampaikan ancaman langsung yang berbunyi "Jika Anda tidak menghentikan (serangan), kami akan memblokir intelijen."

Selama ini, militer Ukraina sangat bergantung pada peringatan dini dari AS terkait serangan udara Rusia yang akan datang guna mengoptimalkan pertahanan udara dan meminimalkan dampak serangan. Di sisi lain, koneksi internet Starlink digunakan secara luas di seluruh lini pertahanan Ukraina.

Sempat bermunculan spekulasi bahwa melambatnya layanan Starlink disebabkan oleh gangguan teknis. Namun, pemilik Starlink, Elon Musk, membantah hal tersebut dan mengisyaratkan bahwa tindakan itu berasal dari pemerintahan Trump.

"Itu bukan masalah teknis, itu adalah sebuah kesengajaan (the will)," ujar Zelenskyy kepada Financial Times saat berada di London.

 

Syarat Hentikan Serangan

Zelenskyy menegaskan bahwa ia kini hanya akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia, yang dinilai Kyiv sangat vital untuk memotong sumber pendapatan mesin perang Moskow, jika AS memasok lebih banyak rudal pertahanan udara Patriot.

Dengan nada yang lebih menantang dibanding sebelumnya, Presiden Ukraina tersebut juga menyampaikan kepada media bahwa sejawatnya dari Amerika Serikat memiliki kecenderungan atau kedekatan (affinity) terhadap pemimpin otoriter seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ia menambahkan bahwa bukan tugasnya untuk memperbaiki hubungan antara AS dan Ukraina mengingat rentetan peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir. "Bukan kami yang merusak hubungan tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya