Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menempati peringkat ke-4 dalam daftar negara paling ramah di dunia 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards dari Condé Nast Traveller. Indonesia meraih skor 97,50, berada di bawah Kosta Rika, Selandia Baru, dan Irlandia yang masing-masing menduduki posisi pertama, kedua, dan ketiga.
Melansir CNTraveller, Kamis, 15 Oktober 2026, pemeringkatan ini disusun berdasarkan pilihan pembaca publikasi perjalanan tersebut yang menilai pengalaman keramahan selama berkunjung ke berbagai negara.
Advertisement
Aspek yang diperhatikan mencakup interaksi dengan masyarakat lokal, tradisi menyambut tamu, serta pengalaman yang membuat wisatawan merasa diterima. Sejumlah negara lain turut masuk dalam daftar tersebut.
Italia berada di peringkat ketujuh, sedangkan Yunani menempati posisi kedelapan. Thailand menyusul di urutan kesembilan dengan skor 96,00, sementara India berada di peringkat kesepuluh dengan skor 95,87.
Kosta Rika memimpin daftar negara paling ramah di dunia 2026, diikuti Selandia Baru dan Irlandia. Ketiga negara tersebut memiliki karakter sosial dan tradisi lokal yang menjadi bagian dari pengalaman wisatawan saat berkunjung.
Bagi pelancong, keramahan penduduk dapat dirasakan melalui berbagai interaksi selama perjalanan, mulai dari sambutan warga hingga kesempatan mengenal kebiasaan setempat. Pengalaman semacam ini turut mewarnai perjalanan wisata di Indonesia, di tengah keberagaman budaya dan tradisi yang tersebar di berbagai daerah.
Wisatawan juga dapat menemukan perbedaan cara masyarakat menyambut tamu, menikmati kuliner khas, serta mengikuti tradisi lokal di setiap destinasi yang dikunjungi.
Gotong Royong jadi Ciri Khas Indonesia
Keramahan masyarakat Indonesia tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sambutan warga desa hingga pengalaman menikmati hidangan di warung keluarga. Wisatawan juga dapat mengenal nilai gotong royong yang memperkuat hubungan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan bersama.
Tradisi lokal menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Di Bali, upacara keagamaan Hindu melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan budaya. Sementara itu, Jawa dan Lombok memiliki beragam perayaan yang memperkenalkan tradisi khas daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Interaksi sederhana dengan penduduk setempat dapat memberikan pengalaman berbeda selama perjalanan. Wisatawan berkesempatan memperoleh rekomendasi kuliner, mengikuti kegiatan lokal, hingga berbagi hidangan bersama warga dan mengenal kebiasaan masyarakat secara langsung.
Selandia Baru dan Irlandia Andalkan Tradisi Keramahan
Selandia Baru menempati posisi kedua negara paling ramah di dunia 2026 dengan skor 98,46. Keramahan masyarakatnya berkaitan dengan nilai Māori, manaakitanga, yang menekankan kepedulian, rasa hormat, dan sikap menghargai orang lain.
Nilai tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penginapan keluarga hingga kafe di tepi danau. Tradisi pōwhiri, yakni upacara penyambutan, juga menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Sementara itu, Irlandia berada di peringkat ketiga dengan skor 98,39. Budaya berbincang dan kehidupan komunitas menjadi ciri keramahan warga. Ungkapan céad míle fáilte, yang berarti seratus ribu sambutan, menggambarkan tradisi menyambut tamu dengan hangat.
Di kota kecil maupun desa, pub menjadi tempat warga berkumpul, menikmati musik, dan berbagi cerita. Perayaan Hari Santo Patrick turut menghadirkan suasana kebersamaan melalui parade dan berbagai acara komunitas.
Filosofi Pura Vida Bawa Kosta Rika ke Peringkat Pertama
Kosta Rika menempati peringkat pertama negara paling ramah di dunia 2026 dengan skor 98,67. Negara di Amerika Tengah ini dikenal dengan filosofi pura vida, ungkapan yang mencerminkan gaya hidup positif, sederhana, dan menghargai kebersamaan.
Filosofi tersebut tercermin dalam keseharian masyarakat, termasuk saat menyambut pengunjung. Wisatawan dapat merasakan suasana santai ketika menjelajahi pantai, mengunjungi kawasan pedesaan, atau menikmati hutan tropis yang menjadi daya tarik negara ini.
Kosta Rika menjadi pendatang baru dalam pemeringkatan tahun ini dan langsung menempati posisi teratas. Keramahan masyarakatnya tercermin melalui interaksi sehari-hari, bukan hanya pelayanan formal di tempat wisata.
Negara lain dalam daftar sepuluh besar juga memiliki ciri khas tersendiri. Yunani dikenal dengan tradisi menjamu tamu, sementara Italia menawarkan kehidupan sosial yang erat dengan keluarga dan festival lokal. Thailand dan India turut menghadirkan pengalaman budaya melalui interaksi dengan masyarakat setempat.