Liputan6.com, Jakarta - Masalah serius menimpa salah satu SUV kompak populer di Asia Tenggara. Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia resmi menangguhkan persetujuan tipe (type approval) sekaligus memerintahkan penghentian sementara penjualan (stop sale) untuk Chery Omoda 5.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (16/6/2026), langkah tegas dari regulator transportasi Malaysia ini diambil setelah berbagai foto dan video yang memperlihatkan rakitan suspensi serta poros belakang Chery Omoda 5 terlepas dari bodi viral di media sosial.
Advertisement
Menanggapi keputusan JPJ yang turut meluncurkan penyelidikan teknis mendalam, pihak Chery Malaysia langsung menerbitkan pernyataan resmi dan merilis kampanye penarikan kembali (recall).
Pihak pabrikan mengklaim bahwa cacat produksi ini hanya berdampak pada jajaran Omoda 5 versi pra-facelift (tipe C dan H) yang masih menggunakan suspensi belakang berjenis torsion beam. Sementara itu, model facelift terbaru yang sudah beralih menggunakan sistem suspensi multi-link diklaim bebas dari potensi masalah tersebut.
Guna menenangkan konsumen, Chery menyediakan halaman situs khusus agar pemilik dapat memeriksa status nomor rangka (VIN) kendaraan mereka, serta mengimbau pemilik yang terdampak untuk segera mendatangi bengkel resmi.
Bukan Kali Pertama Terjadi Masalah Gandar Belakang
Kasus gandar patah ini bukan pertama kalinya dialami oleh Chery di Malaysia. Pada 2024 lalu, Chery Malaysia sempat mengidentifikasi adanya potensi cacat pengelasan pada komponen gandar belakang yang berdampak pada sekitar 600 unit Omoda 5, dengan 60 unit di antaranya terbukti mengalami cacat manufaktur.
Namun bedanya, kala itu Chery melakukan recall secara sukarela sebelum regulator pemerintah turun tangan.
Sebagai informasi, Chery Omoda 5 versi Malaysia merupakan SUV crossover penggerak roda depan (FWD) yang dirakit secara lokal (CKD). Mobil ini dibekali mesin 1.5-liter turbocharged dengan transmisi otomatis Dual-Clutch (DCT) 6-percepatan, serta dipasarkan dengan banderol sekitar RM 108.800 atau setara Rp 390.000.000.
Kritik Tajam Atas Respons Lambat dan Dugaan Intervensi Media
Keputusan JPJ dan pola penanganan dari Chery Malaysia menuai gelombang kritik tajam dari publik. Insiden patah as tersebut pertama kali diunggah oleh konsumen ke media sosial pada 6 Oktober 2026, tetapi respons resmi dari Chery Malaysia baru keluar enam hari kemudian—tepat setelah pemerintah menjatuhkan sanksi pembekuan izin jual.
Situasi kian memanas setelah komentator industri otomotif kenamaan Malaysia, BoBo Borak Motosiput, menyuarakan tuduhan bahwa pihak Chery diduga berusaha membungkam liputan medianya usai ia memublikasikan video analisis terkait cacat fisik pada Omoda 5.
Krisis keselamatan pada Omoda 5 ini menjadi ujian berat bagi reputasi Chery di pasar regional, mengingat merek asal Tiongkok tersebut tengah menikmati tren pertumbuhan penjualan yang pesat sejak resmi mengaspal di Malaysia pada 2023.