Pusat Ledakan di Pasar Cimanggis Ditemukan

Petugas menemukan sebuah tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, serta potongan selang.

oleh Zahraa DevanaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:55 WIB
Pascaledakan di kawasan ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi berhasil menemukan pusat ledakan di Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Identifikasi ini berdasarkan penemuan sejumlah barang meliputi tabung gas etilen, potongan selang penyalur gas dan dinamo.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan, pusat ledakan berada di ruang refine, yakni ruangan yang digunakan untuk mematangkan buah pisang.

“Jadi penyebabnya nanti kami akan teliti lagi, apakah memang dari alat-alat ini. Tapi yang jelas, temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan, yaitu ruangan refine untuk mematangkan buah pisang itu,” kata Jakaria saat memberikan keterangan di lokasi, Tangsel, Kamis (15/10/2026).

Dia menjelaskan, petugas menemukan sebuah tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, serta potongan selang yang digunakan untuk menyalurkan gas tersebut ke ruang pematangan buah. Petugas juga menemukan satu dinamo yang diduga merupakan bagian dari kipas yang telah rusak akibat ledakan.

Meski demikian, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Puslabfor masih akan meneliti kondisi instalasi listrik dan komponen dinamo untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat memicu percikan api.

“Kita enggak berani berhipotesa karena kalau forensik itu dia harus riil. Nanti kita akan mungkin periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri,” ujar Jakaria.

Dia menjelaskan, dinamo yang mengalami korsleting atau kerusakan berpotensi menimbulkan percikan api. Namun, apabila komponen tersebut masih dalam kondisi baik, penyidik perlu menelusuri kemungkinan faktor lain.

 

Polisi Sita 18 CCTV

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan, dalam pemeriksaan lanjutan ini, petugas mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sejumlah sudut, termasuk perangkat decoder yang menyimpan rekaman tersebut.

“Kurang lebih ada 18 CCTV,” kata Imron.

Menurut Imron, rekaman CCTV, termasuk yang berasal dari dalam bangunan, akan diperiksa untuk membantu mengungkap kondisi di lokasi sebelum dan saat ledakan terjadi. Polisi juga masih mencari sejumlah komponen lain, termasuk regulator gas.

“Di TKP kita terbakar oleh siD, termasuk kita sita dekorder-nya. Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu ya. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja,” ujarnya.

Imron menegaskan, tim penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan hasil sterilisasi sementara oleh tim penjinak bom (Jibom), petugas belum menemukan barang berupa bom atau bahan peledak.

“Sementara hasil dari rekan-rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi sementara, tidak ditemukan barang berupa bom atau handak. Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti,” kata Imron.

 

Polisi Periksa Saksi Kunci

Imron menyebut penyidik juga menambah jumlah saksi yang dimintai keterangan, termasuk seorang saksi kunci. Keterangan para saksi akan didalami bersama temuan di lokasi untuk mengungkap penyebab ledakan.

“Saksi ada penambahan. Saksi kunci, salah satunya yang rekan-rekan lihat tadi di belakang, akan kami dalami lagi,” ujar Imron.

Dia juga menjelaskan, pemeriksaan terhadap pemilik toko masih dalam proses. Namun, pemilik toko tersebut telah meninggal dunia.

Di sisi lain, proses olah TKP dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan yang semakin miring dan berpotensi membahayakan petugas. Imron mengatakan BPBD Kota Tangerang Selatan turut membantu mengevakuasi sejumlah area di sekitar lokasi.

“Yang jelas gudangnya sudah bertambah miring. Makanya kami gabungan ini mempercepat olah TKP, karena menghindari hal yang tidak diinginkan. Termasuk BPBD hadir mengevakuasi beberapa tempat di sekitar,” kata Imron.

Imron memastikan proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah pemeriksaan dan analisis terhadap temuan di lokasi selesai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya