Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari dan Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Keduanya mendapat pembagian tugas berbeda di Kementerian Pertahanan. Yusuf Jauhari dipercaya menangani bidang logistik dan pertahanan teknologi, sedangkan Richard Tampubolon bertugas di bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.
Advertisement
Yusuf merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Pertahanan. Sebelum dilantik menjadi Wamenhan, ia menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan sejak 6 Agustus 2025.
Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1990 tersebut sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan. Pengalaman itu melengkapi perjalanan kariernya di bidang pengelolaan sarana dan dukungan pertahanan.
Karier Yusuf di Kementerian Pertahanan dimulai dengan sejumlah posisi strategis. Pada 2016–2017, ia menjabat Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Kemhan. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi Kemhan pada 2017–2019.
Pada 2019–2020, Yusuf menjabat Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan. Selanjutnya, ia diangkat menjadi Kepala Badan Sarana Pertahanan pada 2020 dan menduduki jabatan tersebut hingga 2025.
Pada 2025, Yusuf dipercaya memimpin Badan Logistik Pertahanan Kemhan. Jabatan itu menjadi posisi terakhirnya sebelum dilantik sebagai Wamenhan Bidang Logistik dan Pertahanan Teknologi.
Richard Tampubolon, dari Kopassus hingga Kasum TNI
Berbeda dengan Yusuf yang banyak berkiprah di lingkungan Kementerian Pertahanan, Richard Tampubolon memiliki rekam jejak panjang di bidang operasi militer dan komando pasukan.
Richard merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran 23 Mei 1969. Ia adalah lulusan Akademi Militer tahun 1992 yang pernah bertugas di berbagai jabatan strategis, mulai dari satuan elite Kopassus hingga Markas Besar TNI.
Dalam perjalanan kariernya di Kopassus, Richard pernah menjabat Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Asisten Intelijen Danjen Kopassus, serta Komandan Grup 2 dan Grup 3 Kopassus.
Pada 2017–2018, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Ketika berpangkat brigadir jenderal, Richard juga pernah ditunjuk sebagai Kepala Operasi Nemangkawi I di Papua.
Setelah bertugas di Kopassus, Richard menduduki sejumlah jabatan komando dan staf. Pada 2018–2019, ia menjabat Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, sebelum menjadi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada 2019–2020.
Richard kemudian dipercaya menjadi Komandan Komando Operasi Khusus TNI pada 2020–2021 dan Panglima Kodam XVI/Pattimura pada 2021–2022.
Kariernya berlanjut sebagai Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) pada 2022–2023, kemudian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III pada 2023–2024.
Pada 24 Juli 2024, Richard menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Posisi tersebut diembannya hingga dilantik menjadi Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin dan Pembangunan Kekuatan pada Kamis (15/10/2026).
Pembagian Tugas di Kementerian Pertahanan
Pelantikan Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon menempatkan dua perwira tinggi TNI dengan latar belakang berbeda dalam jajaran pimpinan Kementerian Pertahanan.
Yusuf mendapat tanggung jawab di bidang logistik dan teknologi pertahanan, sejalan dengan pengalamannya memimpin badan yang menangani logistik dan sarana pertahanan di Kemhan.
Sementara itu, Richard mengemban tugas di bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan. Pengalaman komando, operasi militer, serta jabatan staf strategis di lingkungan TNI menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum menduduki posisi tersebut.
Keduanya dilantik bersama sejumlah pejabat wakil menteri dan kepala badan lainnya. Dalam prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan, mereka mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu Presiden Prabowo Subianto dan menandatangani berita acara pelantikan.