Polisi Amankan 18 CCTV Terkait Ledakan Pasar Cimanggis

Polisi akan memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap penyebab ledakan.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 15 Oktober 2026, 12:55 WIB
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi berusaha mengungkap penyebab ledakan di kompleks ruko Pasar Cimanggis, di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melalui pemeriksaan 18 kamera pengawas atau CCTV, Kamis (15/10/2026).

"Kamera pengawas yang diamankan berasal dari beberapa sudut, termasuk yang berada di dalam bangunan terdampak ledakan. Kurang lebih ada 18," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan.

Pemeriksaan itu juga menjadi bagian dari upaya penyidik mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," lanjutnya.

Imron menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis tersebut.

Dalam prosesnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Tangerang Selatan, Puslabfor Bareskrim Polri, serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan, timnya menemukan sejumlah komponen di lokasi ledakan, di antaranya tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan forensik untuk menelusuri sumber ledakan.

"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," ujarnya.

Tim masih akan memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo guna mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat menimbulkan percikan api.

"Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan yang ruangan refine itu, refine untuk mematangkan buah pisang," paparnya.

Polisi mencatat sebanyak 13 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit di RSUD Tangsel, Rumah Sakit Sari Asih dan juga Rumah Sakit Fatmawati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya