Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tidak lagi memikirkan ego pribadi dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Dia mengaku santai menghadapi serangan maupun situasi ketika menjadi sasaran kritik.
Pramono menilai, ego yang terlalu besar menjadi salah satu persoalan di kalangan pemimpin. Menurut dia, sebagian pemimpin memang cenderung ingin mendapatkan perhatian setelah menduduki suatu jabatan.
Advertisement
“Salah satu problem bangsa ini egonya kegedean, terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengin dilihat,” kata Pramono saat memberikan kuliah umum dalam peresmian gedung Universitas Ciputra, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Dia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memikirkan serangan yang ditujukan kepadanya.
'Diserang Oke, Enggak juga Tidak Apa-Apa'
Pramono berujar, hal terpenting baginya sebagai seorang pemimpin bukan lagi soal mendapat perhatian atau menghadapi kritik, melainkan bagaimana menjalankan tugas sebagai pemimpin.
“Kalau saya, mungkin sudah enggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, enggak diserang juga enggak apa-apa,” ujarnya.
Pramono juga menekankan pentingnya bekerja keras dalam menjalankan tanggung jawab. Selain bekerja keras, Pramono menyoroti pentingnya mengambil keputusan tanpa kepentingan pribadi.
Menurut dia, seorang pemimpin harus mampu menentukan kebijakan dengan mengutamakan prinsip dan tanggung jawab, bukan keuntungan bagi dirinya sendiri.
“Dan memutuskan tanpa kemudian punya vested interest terhadap keputusan itu,” kata dia.