Upaya Menyelamatkan Orangutan Ira dari Dampak Karhutla

oleh Budy SantosoDiterbitkan 15 Oktober 2026, 12:09 WIB
Upaya Menyelamatkan Orangutan Ira dari Dampak Karhutla
Orangutan betina bernama Ira berusia 20 tahun dengan berat 28 kilogram berhasil dievakuasi dari kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Proses penyelamatan sekitar pukul 19.00 WIB itu melibatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Yayasan Orangutan Foundation International (OFI), dan Komunitas Animal Rescue Sampit. Ira pertama kali ditemukan warga pada pagi hari dalam kondisi terjebak di area bekas terbakar. Kondisi lingkar perutnya mengindikasikan kemungkinan kekurangan asupan makanan akibat terbatasnya sumber pakan. Sementara itu, kabut asap tebal akibat karhutla menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan berdampak pada kualitas udara. Kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra turut mengancam habitat satwa liar serta menyebabkan asap menyebar hingga ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Evakuasi Ira menjadi salah satu upaya penyelamatan satwa dari dampak kerusakan habitat akibat karhutla.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Orangutan Foundation International (OFI) memeriksa seekor orangutan yang dievakuasi dari kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan dan Sumatra mengancam habitat satwa liar serta menyebabkan kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. (REINA/AFP)
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Orangutan Foundation International (OFI) memeriksa seekor orangutan setelah dievakuasi dari kawasan kebakaran hutan dan lahan di Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). Kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatra menyebabkan kabut asap berbahaya menyelimuti sejumlah kawasan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan. Asap kebakaran turut berdampak pada kualitas udara dan mengancam habitat satwa liar. (REINA/AFP)
Pengendara sepeda motor melintas di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). Kebakaran yang menghanguskan area luas di Kalimantan dan Sumatra menyebabkan kabut asap berbahaya menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat di kawasan terdampak. (REINA/AFP)
Pengendara kendaraan bermotor beraktivitas pada pagi hari di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). Kebakaran yang menghanguskan area luas di Kalimantan dan Sumatra menyebabkan kabut asap berbahaya menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan. Asap kebakaran tersebut turut berdampak pada kualitas udara di kawasan terdampak. (REINA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya