Liputan6.com, Jakarta - Apple kembali mengukir rekor kapitalisasi pasar dengan menembus angka fantastis US$ 5 triliun atau sekitar Rp 89.840 triliun (Estimasi kurs Rp 17.968 per dolar AS). Lonjakan valuasi ini didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap lini iPhone 18 Pro.
Sebelumnya pada Oktober 2025, valuasi Apple untuk pertama kalinya ditutup di atas US$ 4 triliun sekitar Rp 71.872 triliun. Perusahaan asal Cupertino ini kemudian berhasil melampaui angka US$ 5 triliun pada 28 Juli 2026.
Advertisement
Mengutip laporan AppleInsider, Kamis (15/10/2026), nilai valuasi tersebut sempat terkoreksi kembali ke level US$ 4 triliun sebelum akhirnya Apple berhasil merebut kembali posisi puncak tersebut.
Pada penutupan perdagangan bursa, saham Apple menguat hingga menyentuh level US$ 342,96 (sekitar Rp 6,1 juta) per lembar. Penguatan ini membawa nilai kapitalisasi pasar raksasa teknologi tersebut mencapai US$ 5,005 triliun atau sekitar Rp 89.929,84 triliun.
Meski sempat beredar rumor mengenai pengurangan volume produksi, nilai pasar Apple tetap mencatatkan kenaikan yang impresif.
Tingginya Permintaan Pasar
Mantan CEO Apple, Tim Cook, menegaskan bahwa kendala ketersediaan produk saat ini bukan disebabkan oleh masalah manufaktur atau kelangkaan chip global, melainkan murni karena tingginya minat konsumen.
Indikasi tingginya permintaan ini terlihat dari masa tunggu pemesanan online untuk iPhone 18 Pro Max yang kini mencapai sekitar tiga minggu. Kondisi ini sekaligus menunjukkan kemampuan Apple dalam merespons tingginya permintaan pasar melebihi perkiraan awal.
Di tengah isu kenaikan harga chip yang terus melonjak, Apple diprediksi akan tetap mempertahankan valuasinya di level puncak.
Walaupun peluncuran model standar iPhone 18 dan varian baru diprediksi mundur hingga musim semi 2027, portofolio bisnis Apple dinilai tetap kokoh. Pergeseran minat konsumen ke lini non-Pro, pertumbuhan lini bisnis layanan (services), serta pembaruan Siri AI diyakini akan menjadi pendorong utama pendapatan Apple di masa depan.