Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung industri otomotif nasional di kancah internasional. Atas keberhasilannya memanfaatkan kesepakatan perdagangan bebas secara optimal, TMMIN dianugerahi penghargaan Primaniyarta Awards 2026 untuk kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Advertisement
Pencapaian ini mempertegas peran penting Indonesia yang tidak hanya sekadar pasar, melainkan pusat manufaktur dan rantai pasok global. Sepanjang perjalanannya sejak ekspor perdana pada 1987 hingga September 2026, Toyota Indonesia telah mengapalkan lebih dari 3,37 juta unit kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU) ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, hingga Australia.
Dominasi Pasar dan Pemanfaatan FTA
Keberhasilan ekspansi ekspor TMMIN tidak lepas dari pemanfaatan strategi kerja sama perdagangan internasional Pemerintah Indonesia, seperti Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), dan Indonesia-United Arab Emirates CEPA (IUAE-CEPA).
Kinerja ekspor TMMIN pada 2026 terus menunjukkan tren positif:
- Kontributor Utama Ekspor Nasional: Hingga kuartal III/2026, TMMIN mengekspor 223.696 unit mobil CBU, menyumbang 60,3% dari total ekspor CBU nasional (371.260 unit).
- Pertumbuhan Positif: Volume ekspor CBU tumbuh 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Ekosistem Lokal yang Kuat: Operasional manufaktur TMMIN didukung oleh sekitar 360.000 tenaga kerja serta jaringan 760 pemasok lokal dari Tier 1 hingga Tier 3.
"Penghargaan Primaniyarta 2026 ini merupakan apresiasi atas perjalanan panjang TMMIN bersama ekosistem industri otomotif nasional. Kami berharap kerja sama perdagangan yang dibangun pemerintah terus membuka akses pasar baru sehingga produk buatan Indonesia semakin berdaya saing global," ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Akselerasi Ekspor dan Komponen Elektrifikasi
Menjawab tantangan transformasi otomotif dunia, TMMIN terus meningkatkan portofolio ekspor berbasis teknologi ramah lingkungan. Ekspor kendaraan elektrifikasi (Hybrid Electric Vehicle/HEV) buatan anak bangsa—seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV—mencapai 25.752 unit hingga kuartal III/2026, melonjak drastis hingga 64% secara year-on-year.
Tidak berhenti pada kendaraan utuh, TMMIN memperluas ekosistem elektrifikasi dengan merealisasikan ekspor HEV battery pack assy pada paruh kedua tahun 2026. TMMIN juga mulai mengirimkan komponen otomotif aftersales secara langsung ke pasar Amerika Serikat.
"Elektrifikasi adalah peluang besar bagi Indonesia untuk menaikkan kelas industri manufakturnya. Kami berkomitmen agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain kunci dalam produksi dan ekspor kendaraan serta komponen utama berteknologi elektrifikasi," tegas I Nyoman Winaya Adnyana, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Inovasi Manufaktur di Trade Expo Indonesia 2026
Dalam ajang TEI 2026 yang mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing", TMMIN turut memamerkan berbagai pencapaian teknologi dan pembinaan UMKM:
- Veloz HEV Cut Body & Innova Zenix HEV CCV: Menampilkan fleksibilitas konversi kendaraan dan kesiapan teknologi elektrifikasi lokal.
- Kopi Wonosalam: Produk komoditas lokal binaan TMMIN sejak 2024 yang diproduksi dengan sentuhan Toyota Production System (TPS) untuk efisiensi dan kualitas unggul.Melalui penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir, TMMIN berkomitmen untuk terus menghadirkan produk bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.