Tergiur Untung Besar? Ini 5 Pegangan Investor Supaya Tetap Waspada

Berikut lima pegangan agar investor tetap waspada saat investasi.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:15 WIB
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Liputan6.com, Jakarta - Tawaran investasi dengan untung besar dan cepat memang menggoda. Namun, menurut Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI), Umi Kulsum, investor sebaiknya tidak langsung percaya, apalagi jika tawarannya secara digital.

Melalui acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Jakarta, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tiga isu: ketahanan investor, penipuan digital, dan kewaspadaan terhadap modus investasi ilegal. Isu ini dinilai relevan karena banyak investor, terutama generasi muda, mengenal investasi lewat platform digital.

Umi mengatakan, kemudahan itu perlu dibarengi kemampuan menyaring informasi.

"Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor," kata dia, dikutip Kamis, (15/10/2026).

Untuk itu, BEI mendorong terbentuknya karakter investor yang cerdas, waspada, dan tangguh.

"Investor yang waspada melalui verifikasi informasi, tidak langsung ditelan ya, Bapak Ibu, dan menjaga keamanan datanya. Ini sangat penting di dunia digital saat ini," ujar Umi.

Hal ini karena waspada ini berkaitan dengan penipuan dan investasi ilegal.

Lima Pegangan Investor Waspada

1. Pahami produknya

"Investor yang cerdas tidak hanya mengetahui cara membeli produk investasi, tapi juga memahami manfaat serta risikonya," tutur Umi.

2. Verifikasi sebelum percaya. Informasi yang beredar di dunia digital sebaiknya dicek dulu kebenarannya, bukan ditelan mentah-mentah.

"Investor yang waspada melalui verifikasi informasi, tidak langsung ditelan, dan menjaga keamanan hartanya," ucap Umi.

3. Jaga keamanan data. Data pribadi dan akun investasi menjadi hal yang harus dilindungi, terutama di tengah kemudahan transaksi lewat aplikasi.

4. Tetap disiplin.

"Investor yang tangguh tetap disiplin, tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar sedang fluktuatif," katanya.

5. Pastikan keputusan masuk akal.

Umi menekankan pentingnya kemampuan mengambil keputusan investasi secara logis dan sesuai dengan profil risiko investor masing-masing. Ia juga berkomitmen agar BEI dan OJK terus memperluas edukasi.

"Akses yang semakin terbuka tentu perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai," ucap Umi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya