Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali menunjukkan mentalitas comeback setelah menaklukkan AS Roma dengan skor 4-3 pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027 di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal 1-3, Los Blancos mencetak tiga gol pada 20 menit terakhir untuk mengamankan kemenangan dramatis.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menilai periode tersebut menjadi bukti kualitas dan intensitas permainan timnya. Menurutnya, Roma yang semula mengendalikan pertandingan akhirnya tidak mampu membendung tekanan bertubi-tubi dari tim tamu.
Advertisement
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi Mourinho yang kembali ke Stadio Olimpico sebagai lawan untuk pertama kalinya. Suporter Roma menyambutnya dengan sejumlah spanduk penghormatan, termasuk gambar raksasa dirinya saat mengangkat trofi UEFA Conference League.
Roma sempat berada di posisi menguntungkan melalui gol Marten de Roon dan dua gol Donyell Malen. Namun, tiga gol dari Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger melalui situasi bola mati mengubah hasil pertandingan dalam rentang menit ke-83 hingga ke-90.
Jose Mourinho Sebut Momen Real Madrid Tak Terbendung
Mourinho mengakui Roma tampil lebih baik pada fase awal pertandingan, tetapi situasi berubah drastis pada penghujung laga. Ia menilai Real Madrid mampu meningkatkan intensitas permainan hingga membuat tuan rumah kesulitan mempertahankan keunggulan.
"Bisa dibilang ini seperti dua pertandingan dalam satu laga; Roma unggul dalam segala aspek di bagian pertama, lalu Real Madrid menjadi tak terbendung selama 20 menit itu," ujar Mourinho kepada Amazon Prime.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti pendekatan taktik Roma yang sempat merepotkan Real Madrid pada awal pertandingan. Namun, ia menilai timnya kebobolan dengan cara yang seharusnya bisa dihindari.
"Mereka mengejutkan kami di awal dengan menempatkan Matias Soulé di sisi sayap, menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tersebut. Kami kebobolan gol konyol yang seharusnya tidak terjadi di level ini," kata Mourinho.
Kebangkitan Real Madrid Menguras Tenaga AS Roma
Keunggulan 3-1 membuat Roma tampak semakin dekat dengan kemenangan. Namun, Mourinho melihat situasi berbeda ketika Real Madrid terus meningkatkan tekanan, sementara para pemain tuan rumah mulai kehilangan tenaga untuk mengimbangi intensitas permainan.
"Setelah tertinggal 1-3, mungkin semua orang mengira pertandingan sudah berakhir, padahal justru para pemain Romalah yang sudah kehabisan tenaga. Sangat sulit bermain menghadapi intensitas dan gaya sepak bola yang mereka miliki," ucap Mourinho.
Mourinho kemudian melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga daya serang timnya. Keputusan tersebut membantu Real Madrid terus menekan hingga akhirnya membalikkan keadaan melalui tiga gol pada penghujung pertandingan.
"Kami melakukan beberapa perubahan, karena kebobolan tiga, empat, atau lima gol tidak banyak bedanya. Roma tidak mampu membendung gelombang serangan bertubi-tubi yang kami lancarkan," papar Mourinho.