Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia masih berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya pada Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan pantauan situs IQAir yang diakses pukul 07.30 WIB, Palembang, Sumatera Selatan, mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya, sedangkan Pontianak, Kalimantan Barat, dan Pekanbaru, Riau, berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Advertisement
Di Palembang, konsentrasi PM2.5 tercatat 158,8 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas udara diperkirakan bertahan dalam kategori berbahaya selama lebih dari separuh hari sebelum indeksnya turun ke kategori lebih rendah menjelang petang, sekitar pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, Pontianak mencatat indeks kualitas udara (AQI US) sebesar 248, masuk kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di kota tersebut mencapai 34,6 kali nilai panduan tahunan WHO. Kualitas udara diperkirakan turun ke kategori tidak sehat sekitar pukul 12.00 WIB, tetapi masih berpotensi tidak sehat bagi kelompok sensitif pada malam hari.
Di Pekanbaru, AQI US tercatat 216 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 28,2 kali nilai panduan tahunan WHO. Berdasarkan prakiraan IQAir, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut diprediksi turun ke kategori tidak sehat dan tidak sehat bagi kelompok sensitif. Meski demikian, pemantauan selama sepekan terakhir menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru masih berulang kali berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kalteng Tidak Sehat
Adapun di Kalimantan Tengah, Pangkalan Bun mencatat AQI US 170, sedangkan Balikpapan, Kalimantan Timur, mencapai 173. Keduanya masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di kedua kota masing-masing mencapai 16,7 dan 17,3 kali nilai panduan tahunan WHO.
Kualitas udara Pangkalan Bun diperkirakan tetap berada dalam kategori tidak sehat sepanjang hari hingga akhir pekan. Sementara itu, indeks di Balikpapan diprediksi menurun pada sore hari, meski kualitas udaranya masih berisiko bagi kelompok sensitif.
Secara umum, prakiraan IQAir menunjukkan kualitas udara di sejumlah kota tersebut masih berpotensi berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya sepanjang hari, meski indeksnya diprediksi turun pada waktu tertentu. Dengan demikian, penurunan indeks belum tentu menandakan udara telah aman untuk dihirup, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.