Liputan6.com, Jakarta - Denim punya cara tersendiri untuk bertahan melintasi zaman. Material yang akrab dengan gaya kasual ini terus menemukan bentuk baru, mengikuti cara perempuan bergerak dan mengekspresikan diri.
Di tangan desainer Ayu Dyah Andari, denim menjelma lebih feminin dan elegan melalui POISE. Koleksi ini terinspirasi dari kehidupan Kris Dayanti, sosok yang membagi waktunya antara dunia hiburan dan berbagai kegiatan di luar panggung.
Advertisement
KD, sapaan akrab Kris Dayanti, menjadi titik berangkat bagi Ayu untuk merancang busana yang dapat mengikuti dinamika keseharian perempuan. Selain menjalani aktivitas di industri hiburan, ia juga menekuni latihan wushu.
Perbedaan agenda tersebut menghadirkan kebutuhan berpakaian yang tak selalu sama, mulai dari keleluasaan bergerak hingga penampilan yang sesuai dengan kesempatan.
"Jadi kita buat koleksi yang bisa mengakomodir semua aktivitasnya Mimi dan berarti bisa mengakomodir wanita dengan multi-profesi di luar sana," kata Ayu saat acara Private Launching POISE di Savyavasa, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.
POISE diperkenalkan dalam perayaan 15 tahun perjalanan kreatif Ayu di industri mode Indonesia. Koleksi ini sekaligus menjadi babak pertama kolaborasinya dengan KD.
Alih-alih terpaku pada citra denim yang identik dengan gaya santai, sang desainer mengeksplorasi siluet terstruktur dengan sentuhan feminin. Potongan yang rapi memberi karakter berbeda pada material tersebut, sementara pendekatan desainnya tetap mempertahankan kedekatan denim dengan busana sehari-hari.
Pilihan Warna Lembut untuk Denim
Eksplorasi itu juga terlihat melalui pilihan warna. POISE menghadirkan soft pink, baby blue, butter yellow, dan cokelat sebagai alternatif dari biru klasik yang selama ini lekat dengan jeans.
Soft pink dan baby blue menawarkan nuansa lembut, butter yellow menghadirkan aksen cerah, sedangkan cokelat memberi kesan hangat. Variasi tersebut membuka kemungkinan bagi pemakainya untuk memilih tampilan sesuai selera, tanpa harus selalu mengandalkan warna denim konvensional.
Bagi KD, denim bukan material yang baru ia kenal melalui kolaborasi ini. Ia mengaku telah menyukai jeans sejak muda. Kedekatan tersebut membuat denim memiliki tempat tersendiri dalam gaya berpakaiannya. Ia juga melihat bahwa karakter sebuah busana dapat berubah melalui pemilihan potongan dan padu padan yang tepat.
Denim untuk Beragam Aktivitas
"Fashion bukan sekadar tentang bagaimana kita terlihat, tapi tentang bagaimana kita merasa nyaman dan percaya diri," kata KD di kesempatan yang sama.
Jadwal yang beragam membuat denim menjadi salah satu pilihan busana yang mudah diandalkan perempuan berusia 51 tahun tersebut. Ia mengenakannya untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan ke bandara hingga kegiatan di luar panggung, termasuk latihan wushu.
Fleksibilitas denim memberinya ruang untuk bergerak tanpa harus meninggalkan perhatian pada penampilan. Untuk padu padan sehari-hari, KD menyebut kaus dan kemeja sebagai pilihan yang dapat dikenakan bersama denim.
Outer juga bisa menjadi pelengkap, termasuk bagi perempuan berhijab yang ingin memadukan kenyamanan dan gaya.
Inspirasi Padu Padan Denim
Padu padan denim memberi keleluasaan untuk mengeksplorasi penampilan melalui kombinasi sederhana. Kaus, kemeja, maupun luaran dapat dipilih sesuai kebutuhan dan gaya personal, tanpa menghilangkan karakter jeans yang lekat dengan keseharian.
Perbedaan potongan dan pilihan atasan juga membuka beragam cara untuk mengenakan denim dalam berbagai kesempatan. KD turut memperhatikan perawatan koleksi jeans yang telah disukainya sejak muda. Ia memilih menggantung celana denim daripada melipatnya agar bentuk dan potongannya tetap terjaga.
Ibu empat anak ini juga mengungkap bahwa jeans tidak harus dicuci setiap kali selesai dikenakan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari caranya menjaga koleksi denim agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.