Prabowo Instruksikan Percepatan Pemadaman Kebakaran Hutan

Prabowo menginstruksikan percepatan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah prioritas dan menyiapkan 200 pompa air untuk mendukung penanganan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 14 Oktober 2026, 21:08 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut di Mesuji, Lampung. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti perlunya perlindungan serius terhadap kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

"Taman Tanjung Puting menjadi perhatian karena kawasan itu kawasan taman nasional," ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di Indonesia. Dia meminta penambahan jumlah dan peningkatan kapasitas personel dilakukan secara bertahap agar perlindungan hutan dan pencegahan kebakaran semakin efektif.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” ujar Prabowo.

 

Lebih dari 70 Ribu Personel Dikerahkan

Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Penanganan karhutla dilakukan melalui pengerahan lebih dari 70 ribu personel gabungan, operasi pemadaman darat, pengeboman air (water bombing), serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman aktif. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua wilayah yang mendapat fokus utama penanganan.

Dalam rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan kondisi kebakaran di kawasan Tanjung Puting. Menurut dia, titik api tersebar di sejumlah lokasi, berada di kawasan rawa, dan sulit dijangkau kendaraan.

Salah satu kebutuhan mendesak di lapangan adalah pompa air berukuran kecil untuk mendukung proses pemadaman. Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo langsung menyatakan akan memberikan bantuan dalam jumlah lebih besar.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.

Selain memperkuat peralatan dan personel, Presiden juga menginstruksikan pemberdayaan masyarakat setempat untuk mendukung upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya