Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 Jadikan Mal Ruang Jelajah Kuliner Nusantara

Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 menghadirkan ragam kuliner khas Nusantara di 32 mal di Indonesia.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 15 Oktober 2026, 14:00 WIB
Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 hadir di 32 mal di Indonesia pada 7 Oktober–1 November 2026, dibuka melalui kolaborasi dengan Festival Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang mengangkat kekayaan rasa dan tradisi kuliner Semarang serta kawasan Joglosemar, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Liputan6.com, Jakarta - Kuliner Nusantara tak hanya menawarkan ragam cita rasa, tapi juga menyimpan cerita tentang bahan pangan, teknik memasak, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Kekayaan gastronomi Indonesia ini diangkat melalui Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival yang berlangsung pada 7 Oktober hingga 1 November 2026 di 32 pusat perbelanjaan di berbagai kota.

Mengusung tema "From Local Roots to Global Recognition," festival ini mendorong pengenalan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata. Festival tersebut melanjutkan rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Solo dan Yogyakarta pada 26 September–4 Oktober 2026.

Pembukaan di Kota Kasablanka, Jakarta, berkolaborasi dengan Festival Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang menyajikan kekayaan kuliner Semarang dan kawasan Joglosemar.

Beberapa tenant yang berpartisipasi antara lain Loempia Resep Kuno, Tahu Bakso Bandungan, Tahu Petis Semarangan, Nasi Ayam Semarang, Tahu Pong Semarang, dan Dawet Duren D'Kambodja, serta sejumlah tenant lainnya. 

Pendiri sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menyebut penyelenggaraan di berbagai lokasi sebagai upaya memperluas gerakan gastronomi Indonesia.

"Ini bukan sekadar event. Kami memutuskan bahwa memang betul-betul harus melakukan gerakan atau action, sehingga kita enggak bisa bikin event hanya di satu tempat," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hafiz Agung Rifai, menyebut sektor kuliner menyumbang lebih dari 41 persen terhadap PDB ekonomi kreatif Indonesia. Pengeluaran makanan juga menyerap sekitar 30–40 persen dari total belanja wisatawan.

"Wisata gastronomi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan daya tarik utama yang mendorong wisatawan untuk berkunjung dan menjelajahi suatu destinasi," kata Hafiz.

Setiap Hidangan Menyimpan Identitas Daerah

Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 hadir di 32 mal di Indonesia pada 7 Oktober–1 November 2026, dibuka melalui kolaborasi dengan Festival Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang mengangkat kekayaan rasa dan tradisi kuliner Semarang serta kawasan Joglosemar, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Keunikan kuliner daerah dapat mendorong wisatawan mengunjungi daerah asal makanan tersebut. Pengalaman mencicipi hidangan khas juga membuka peluang untuk mengenal budaya setempat dan menjelajahi destinasi wisata di sekitarnya.

"Setiap makanan itu punya cerita di belakangnya. Nah, cerita-cerita inilah yang akhirnya kita bangun menjadi sebuah narasi yang tidak hanya menimbulkan curiosity, tapi juga menimbulkan rasa untuk mereka yang ingin mencicipi," ujar Hafiz.

Vita menekankan pentingnya menjaga keterkaitan kuliner dengan akar budayanya di tengah upaya memperkenalkan gastronomi Indonesia ke pasar global. Inovasi penyajian dan pengemasan dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas hidangan tradisional.

Menurut Vita, kreativitas juga berperan dalam menjaga minat generasi muda terhadap makanan khas daerah. Pengembangan kuliner perlu berjalan seiring dengan pemahaman mengenai asal-usul hidangan. "Yang penting tahu makanan itu asalnya dari mana," ujarnya.

Mal Menjadi Ruang Edukasi dan Promosi Kuliner

Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 hadir di 32 mal di Indonesia pada 7 Oktober–1 November 2026, dibuka melalui kolaborasi dengan Festival Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang mengangkat kekayaan rasa dan tradisi kuliner Semarang serta kawasan Joglosemar, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Penyelenggaraan festival kuliner di pusat perbelanjaan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal hidangan khas Nusantara. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan pusat perbelanjaan kini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tapi juga ruang interaksi sosial dan pengalaman baru bagi pengunjung.

Perubahan fungsi tersebut turut terlihat dari meningkatnya porsi tenant makanan dan minuman. Kondisi ini memberi peluang bagi festival seperti Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada konsumen perkotaan.

"Kalau kita bicara gastronomi, saya kira pusat perbelanjaan adalah salah satu tempat untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, memperkenalkan, kemudian juga supaya masyarakat lebih bisa mencintai gastronomi Indonesia," ujar Alphonzus.

Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal beragam makanan daerah sekaligus mempelajari nilai budaya yang melekat pada setiap hidangan.

Menjadikan Gastronomi sebagai Gerakan Berkelanjutan

Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026 hadir di 32 mal di Indonesia pada 7 Oktober–1 November 2026, dibuka melalui kolaborasi dengan Festival Kuliner D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang mengangkat kekayaan rasa dan tradisi kuliner Semarang serta kawasan Joglosemar, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Vita mendorong keluarga dan pemerintah daerah mengenalkan makanan tradisional pada generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga keberlanjutan kuliner warisan.

"Wonderful Indonesia Gastronomy ini bisa menjadi sebuah gerakan. Saya mau ini jadi gerakan bersama yang inklusif," ujar dia.

Sementara itu, Hafiz menyoroti peluang gastronomi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah tujuan wisata melalui aktivitas usaha kuliner dan belanja wisatawan.

"Kami berharap mudah-mudahan gastronomi Indonesia ini semakin bisa dikenal luas, semakin bisa memperkenalkan destinasi, dan menimbulkan keingintahuan serta daya tarik untuk destinasi pariwisata Indonesia," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya