Liputan6.com, Jakarta - BYD terus memperkuat eksistensinya di pasar otomotif Indonesia sejak resmi hadir pada 2024. Dalam dua tahun terakhir, pabrikan asal China tersebut mengklaim telah mencatatkan respons positif dari konsumen, baik melalui penjualan kendaraan energi baru maupun pengembangan jaringan dan fasilitas produksi lokal.
Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan energi baru BYD di Indonesia telah mencapai 110.000 unit.
Advertisement
Namun, angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan dalam pemaparannya. BYD belum merinci periode penghitungan maupun kategori penjualan yang menjadi dasar angka tersebut.
Selain memperluas pasar kendaraan listrik berbasis baterai, BYD juga mulai memperkenalkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) DM di Indonesia pada 2026.
Menurut Liu, perusahaan telah menyerahkan lebih dari 4.000 unit M6 DM kepada konsumen Indonesia dalam kurun waktu tiga bulan.
Ia menilai respons konsumen tersebut mencerminkan kebutuhan terhadap teknologi, produk, dan layanan kendaraan energi baru yang sesuai dengan karakteristik mobilitas masyarakat Indonesia.
Kehadiran teknologi PHEV menjadi bagian dari upaya BYD untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan pilihan teknologi yang semakin beragam, perusahaan berharap dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan mobilitas berbeda.
Selain memperkenalkan teknologi kendaraan baru, BYD juga memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya di Indonesia.
Hingga saat ini, perusahaan mengklaim telah memiliki 100 showroom yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat mempermudah konsumen dalam mengakses produk sekaligus memperoleh layanan purnajual. Ketersediaan jaringan juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan konsumen ketika mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi.
Langkah ini sejalan dengan strategi BYD untuk memperkuat kehadirannya di pasar otomotif nasional, yang tidak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, tetapi juga didukung infrastruktur layanan bagi pemilik kendaraan.
Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, BYD turut memperkuat komitmen investasi melalui pembangunan fasilitas produksi kendaraan energi baru di Indonesia.
Serap Ribuan Karyawan
Liu menyampaikan bahwa pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, telah selesai pada September 2026. Fasilitas tersebut dirancang menggunakan teknologi produksi mutakhir dengan kapasitas untuk memproduksi kendaraan energi baru dalam skala besar.
Kehadiran pabrik ini menjadi bagian penting dari strategi BYD dalam memperkuat basis produksinya di Indonesia.
Selain mendukung kebutuhan pasar domestik, produksi lokal diharapkan dapat memperluas ketersediaan kendaraan BYD bagi konsumen di berbagai daerah.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, fasilitas produksi tersebut diklaim telah menyediakan lebih dari 5.000 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
BYD juga menargetkan jumlah karyawannya di Indonesia dapat melampaui 10.000 orang pada masa mendatang.
Target tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bisnis perusahaan tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga mencakup pembangunan fasilitas industri dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Meski demikian, realisasi penambahan tenaga kerja akan bergantung pada perkembangan operasional dan kebutuhan produksi perusahaan.
Dalam pemaparannya, Liu mengungkapkan bahwa sejumlah model BYD telah diproduksi di fasilitas Subang, termasuk Atto 1, M6, dan D9. Perusahaan juga berencana menambah jumlah model yang dirakit di Indonesia pada masa mendatang.
Penambahan model produksi lokal tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis BYD di pasar domestik.
Produksi di dalam negeri juga menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas pemenuhan kebutuhan pasar Indonesia.
Dengan fasilitas produksi, jaringan showroom, serta pengembangan lini kendaraan elektrifikasi, BYD berupaya membangun fondasi bisnis jangka panjang di Indonesia.
Ke depan, perkembangan strategi tersebut akan terlihat dari realisasi produksi lokal, penambahan model kendaraan, perluasan jaringan layanan, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar otomotif nasional.