Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana

Lima tersangka OTT KPK di lingkungan BNPB ditahan terkait dugaan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan. Salah satunya disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 14 Oktober 2026, 18:39 WIB
Lima orang keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan. Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi yang terungkap melalui operasi tangkap tangan di BNPB. (Liputan6/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak lima orang keluar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/10/2026) mengenakan rompi oranye khas tersangka usai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kelima orang yang menggunakan rompi oranye tersebut salah satunya merupakan adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto yakni Bima Setyawan.

"Ya, terinformasi seperti itu (adik Kepala BNPB), tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Pantauan Liputan6.com di lapangan, kelima orang yang mengenakan rompi oranye khas tersangka itu berjalan beriringan memanjang. Terdapat 4 pria dan satu wanita.

Berdasarkan sumber internal yang diterima dari KPK, keempat tersangka lainnya yakni Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK berinisial GPS, Tenaga Ahli Kepala BNPB Letjen Suharyanto berinisial RCH, serta dua swasta G dan S.

Setyo menyampaikan, kasus dugaan korupsi di BNPB itu berkaitan dengan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan.

"Dari dana siap pakai itu kan melibatkan ada perusahaan-perusahaan swasta. Ini yang sedang kemudian didalami, yang terindikasi bahwa ada kerja sama, ada semacam pengkondisian, ya terutama dalam penyaluran anggaran, kemudian pemanfaatan, penggunaannya, yang sebagian disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk keuntungan dirinya sendiri," terang Setyo.

Menurut dia, kelima tersangka saat ini sudah langsung ditahan KPK.

"Tersangka ada lima orang, sudah dimasukkan ke Rutan KPK juga semua," jelas Setyo.

 

Momen Sestama BNPB Tinggalkan Gedung KPK Usai Terjaring OTT

Lima orang keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan. Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi yang terungkap melalui operasi tangkap tangan di BNPB. (Liputan6/Devira Prastiwi)

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Sestama BNPB) Rustian keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 14.50 WIB, Rabu (14/10/2026).

Rustian meninggalkan Gedung Merah Putih setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Mengenakan masker putih, Rustian memilih bungkam meski dicecar pertanyaan oleh wartawan.

Rustian terlihat membawa dua tas jinjing yang tampak terisi penuh. Dia hanya memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai kertas yang dibawanya.

"Bawa kertas pak?," tanya wartawan.

"Surat," jawab Rustian singkat.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pemeriksaan yang dijalaninya, Rustian kembali terdiam dan berusaha menghindar. Dia kemudian naik taksi tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya