Sarwendah Pertimbangkan Video Call Ruben Onsu Jadi Bukti Sidang Hak Asuh Anak

Kuasa hukum Sarwendah mempertimbangkan rekaman video call Ruben Onsu sebagai bukti tambahan dalam sidang gugatan hak asuh anak.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 18:30 WIB
Sarwendah datangi KPAI. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya mempertimbangkan rekaman video call Ruben Onsu yang beredar di media sosial sebagai bukti tambahan dalam sidang gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan pihaknya masih mengkaji relevansi rekaman tersebut sebelum mengajukannya ke persidangan.

"Tetapi terhadap dengan postingan yang dilakukan oleh klien kami, sedikit saya sampaikan, bahwa bilamana nanti bisa kami jadikan sebagai bukti terkait dengan video-video yang ada itu, ya, akan kami sampaikan," ujar Chris Sam Siwu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

"Sebenarnya materinya sudah ada sebelum ada bukti tersebut dengan materi bukti lain, ya, tetapi nanti itu untuk menguatkan. Nanti kita diskusi dulu, ya, kalau memang bisa kita jadikan alat bukti, ya kita tambahkan untuk jadikan alat bukti video yang ada itu, ya," sambungnya.


Pastikan Isi Rekaman Relevan sebagai Bukti Sidang

Sarwendah

Chris menjelaskan, keputusan untuk menggunakan rekaman tersebut masih harus dibahas bersama tim kuasa hukum. Pihaknya ingin memastikan bahwa materi video itu memang relevan dengan perkara hak asuh anak yang sedang berjalan.

"Ya, itu pertimbangan ada di klien kami dan kuasa hukumnya yang menangani perkara di bidang itu, ada rekan Pablo Benua. Jadi memang kami tidak bisa banyak berpendapat terkait hal tersebut, ya," katanya.

"Tapi menguatkan apa yang tadi Bang Chris sampaikan bahwa jika memang itu hal tersebut adalah riil dan memang berdampak pada moralitas perkembangan anak, ya kami rasa cukup pantas dan patut untuk kami jadikan bukti nanti," sambungnya.


Tim Kuasa Hukum Siapkan Bukti-Bukti Lain

Sarwendah - © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Selain mempertimbangkan rekaman video call, tim kuasa hukum Sarwendah juga mempersiapkan dokumen untuk agenda pembuktian. Mereka akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan bukti yang diajukan pihak Ruben sebelum menyerahkan bukti tandingan.

"Ya, memang kan ini agendanya baru pembuktian, ya, dan memang peran kuasa hukum lebih dikedepankan karena kita akan juga mengecek, memvalidasi apakah bukti-bukti yang diajukan memang sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Seperti itu, ya. Jadi memang tidak perlu hadir untuk prinsipal, ya," jelasnya.

Chris juga menyinggung hasil pemeriksaan psikologis terbaru terhadap anak-anak Sarwendah. Menurutnya, hasil tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menanggapi isu dugaan kekerasan yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial.

"Saya belum tahu kejadiannya kapan karena itu kan kita baru tahu suara-suara yang ada dan video-video yang cuman suara, kan. Ya, tapi sekalipun ada, kami pastikan bahwa kami sudah punya hasil psikolog yang terbaru yang memang memeriksa terkait anak dan kami pastikan tidak ada KDRT terhadap anak, ya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya