Liputan6.com, Jakarta - Pasar smartphone global mencatatkan kinerja terburuknya dalam belasan tahun terakhir. Laporan terbaru Counterpoint Research (CR) menunjukkan pengiriman smartphone pada kuartal ketiga tahun ini merosot tajam hingga 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di tengah lesunya pasar, Samsung dan Apple menjadi dua raksasa teknologi yang mampu meningkatkan pangsa pasar mereka.
Advertisement
Samsung memimpin dengan pangsa pasar 23% (naik dari 19% pada Q3 2025), disusul Apple di posisi kedua dengan 22% (naik dari 18%). Demikian sebagaimana dilaporkan GSMArena, Kamis (15/10/2026).
Sementara itu, jajaran produsen lain justru mengalami penurunan pangsa pasar. Xiaomi turun menjadi 10% (sebelumnya 14%), Oppo mencapai angka 9% (sebelumnya 12%), dan Vivo tersisa 8% (sebelumnya 9%).
CR melaporkan pengiriman smartphone menjadi paling rendah dalam 14 tahun terakhir untuk periode kuartal ketiga.
Hal ini tentu saja disebabkan oleh melonjaknya harga komponen memori secara signifikan. Akibatnya, pasar ponsel kelas terjangkau harus tertekan. Rata-rata harga eceran ponsel global bahkan telah melonjak hingga 20% sepanjang tahun ini.
Samsung dan Apple Tetap Bertahan
Berbeda dengan segmen terjangkau, permintaan untuk ponsel kelas premium terbukti relatif tangguh. Penjualan Samsung meningkat berkat tingginya minat awal terhadap lini ponsel lipat terbarunya, seperti Galaxy Z Fold8 dan Flip8.
Di sisi lain, Apple berhasil mengukir rekor sejarah dengan melampaui 20% pangsa pasar pada kuartal ketiga untuk pertama kalinya.
Para produsen diprediksi akan mengalihkan fokus dari mengejar volume pengiriman ke peningkatan profitabilitas. Langkah-langkah seperti pemangkasan volume produksi, penyederhanaan portofolio produk, serta fokus pada perangkat kelas atas diperkirakan terus berlanjut.